150 KK di Hasinggaan Samosir Segera Nikmati Listrik Sebelum Natal 2026
Mediaindonesiaraya.co.id I Samosir, 9 September 2026 – Selama 81 tahun, warga tiga dusun di Desa Hasinggaan, Kecamatan Sianjur Mulamula, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, menanti kampung mereka dialiri listrik. Penantian panjang itu kini mendekati akhir. Sekitar 150 kepala keluarga (KK) ditargetkan segera menikmati aliran listrik sebelum Natal 2026.
Harapan tersebut menguat setelah Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan jajaran PLN turun langsung ke Dusun Pinal, Bahal-bahal, Desa Hasinggaan, Selasa (8/9/2026).
Kehadiran pemerintah bersama PLN menjadi kabar yang dinantikan warga Hasinggaan, khususnya masyarakat di Dusun Bahal-bahal, Pinal dan Lagundi yang selama ini belum menikmati aliran listrik.
Bupati Vandiko mengatakan, pembangunan jaringan listrik merupakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat Hasinggaan yang selama ini belum teraliri listrik.
“Hari ini kami melaksanakan kunjungan lapangan dan didampingi teman-teman dari PLN. Ini adalah usulan dari masyarakat Hasinggaan yang memohon agar desa ini dialiri listrik. Sedikit informasi, ada tiga dusun yang belum teraliri listrik, yaitu Dusun Bahal-bahal, Pinal, dan Lagundi,” ujar Vandiko.
Ia menjelaskan, tiga dusun tersebut selama ini menghadapi persoalan akses karena berada di wilayah yang relatif terisolir dan sebelumnya hanya dapat dijangkau melalui jalur danau.
Pemkab Samosir, kata Vandiko, telah membuka akses secara bertahap melalui pembangunan jembatan dan jalan. Dengan akses darat yang mulai terbuka dan sudah dapat dilalui kendaraan, pemerintah kini mendorong pemenuhan kebutuhan dasar lainnya, yakni listrik.
“Perencanaan kita untuk daerah ini, memang daerah ini terisolir dan hanya bisa dilalui melalui jalur danau. Untuk itu, kami dari Pemkab Samosir sebelumnya sudah membangun jembatan dan saat ini juga sedang membangun jalan. Karena sudah bisa dilalui kendaraan, maka selanjutnya kita mendorong agar listrik dapat dialirkan ke dusun ini,” jelasnya.
Menurut Vandiko, keberadaan listrik akan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
Ia juga meminta masyarakat mendukung proses pembangunan jaringan listrik agar pekerjaan PLN di lapangan dapat berjalan tanpa hambatan.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Bukit Barisan, Vilanda, memastikan pihaknya memberikan perhatian terhadap aspirasi masyarakat Hasinggaan.
PLN berupaya agar penyediaan listrik tidak hanya menjangkau wilayah utama Desa Hasinggaan, tetapi juga tiga dusun yang selama ini belum menikmati listrik.
“Kami sudah memberikan perhatian penuh terhadap ketersediaan listrik. Tentunya akan disuplai ke Desa Hasinggaan secara menyeluruh, termasuk tiga dusun ini. Jumlahnya sekitar 150 kepala keluarga yang akan dialiri listrik,” katanya.
Vilanda mengatakan pembangunan jaringan listrik tidak dapat dilakukan sekaligus karena harus melalui sejumlah tahapan. Namun, PLN telah menetapkan target agar pekerjaan tersebut dapat diselesaikan sebelum Natal 2026.
“Kami menargetkan pekerjaan arus listrik ini selesai sebelum Natal 2026. Kami meminta dukungan kepada bapak dan ibu semua agar kami bisa melakukan pekerjaan dengan lancar, sehingga kami dapat menyelesaikannya sesuai dengan target,” ungkapnya.
Bagi warga Hasinggaan, target tersebut menjadi harapan baru setelah puluhan tahun menanti.
“Kami 81 tahun menunggu ini, terima kasih kepada Bapak Vandiko yang telah memperhatikan kampung kami untuk membangun aliran listrik,” ujar warga secara bersama.
Jika target PLN terealisasi, sekitar 150 KK di Dusun Bahal-bahal, Pinal dan Lagundi akan segera menikmati aliran listrik setelah penantian selama 81 tahun. (yoel)
