Iuran Melonjak dari Rp800.000 Jadi Rp2,8 Juta, 300 Pedagang Pasar Sidikalang Demo

Iuran Melonjak dari Rp800.000 Jadi Rp2,8 Juta, 300 Pedagang Pasar Sidikalang Demo
SHARE

Mediaindonesiaraya.co.id ISidikalang, 9 September 2026 – Sekitar 300 pedagang Pasar Bertingkat Sidikalang yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Pasar Sidikalang (P3S) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD dan Kantor Bupati Dairi, Jalan Sisingamangaraja, Sidikalang, Selasa (8/9/2026).

Para pedagang menolak kenaikan tarif Iuran Layanan Pasar (ILP) yang dinilai membebani mereka di tengah kondisi perekonomian yang belum stabil.

Massa aksi berasal dari Blok A dan Blok B Pasar Bertingkat Sidikalang. Aksi tersebut dikoordinatori Ferdinand Sihaloho dan Sarifudin Siregar.

Pedagang memprotes tarif ILP yang sebelumnya sebesar Rp800.000. Tarif tersebut disebut menjadi Rp2,8 juta setelah mendapatkan potongan 25%.

Koordinator aksi, Ferdinan Haloho, mengatakan kenaikan tarif tersebut dilakukan tanpa sosialisasi dan musyawarah yang memadai dengan para pedagang.

Menurutnya, kondisi perekonomian yang sedang lesu membuat kenaikan iuran semakin memberatkan pedagang.

“Tuntutan utama kami sederhana. Kami memohon agar pimpinan PD Pasar mengembalikan tarif ke angka sebelumnya, yaitu Rp800.000, dan diberlakukan tetap untuk lima tahun ke depan,” ujar Ferdinan.

Selain mempersoalkan kenaikan tarif, pedagang juga memprotes sikap salah seorang direktur PD Pasar yang dinilai tidak santun saat menerima aspirasi mereka.

Ferdinand menyebut salah seorang direktur PD Pasar diduga marah-marah hingga memukul meja ketika menghadapi pedagang. Massa meminta persoalan tersebut diklarifikasi dan dipertanggungjawabkan.

“Kami tidak terima ada salah seorang direktur PD Pasar yang marah-marah hingga memukul meja kepada pedagang. Kami meminta klarifikasi dan pertanggungjawaban atas hal tersebut,” katanya.

Saat berunjuk rasa di Kantor DPRD Dairi, massa diterima Ketua Fraksi PDI Perjuangan Fitrianto Berampu bersama Sekretaris DPRD Dairi Bahagia Ginting.

Fitrianto menjelaskan sebagian besar anggota DPRD Dairi sedang menjalankan tugas di luar daerah. Sementara itu, Ketua DPRD Dairi disebut sedang dalam kondisi kurang sehat.

Karena belum dapat bertemu dengan pimpinan DPRD secara lengkap, massa kemudian melanjutkan aksi ke Kantor Bupati Dairi.

Di Kantor Bupati Dairi, para pedagang diterima langsung Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala. Pertemuan turut dihadiri Asisten I Agel Siregar, Asisten II Junihardi Siregar, Asisten III Dapot Tamba, Kepala Bagian Perekonomian Lipinus Sembiring, serta Direktur Utama PD Pasar Lumpin Pangaribuan bersama jajaran.

Dalam pertemuan tersebut, massa menyampaikan lima tuntutan utama kepada Pemerintah Kabupaten Dairi.

Pedagang menolak kenaikan tarif ILP yang disebut mencapai sekitar 300% dan dinilai dilakukan secara sepihak tanpa melalui musyawarah.
Pedagang meminta Pemerintah Kabupaten Dairi bersama DPRD melakukan kajian ulang terhadap besaran tarif dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian dan aktivitas perdagangan di Pasar Sidikalang.

Pedagang menuntut transparansi dari PD Pasar terkait dasar hukum penetapan tarif, perhitungan komponen biaya, serta penggunaan dana yang bersumber dari iuran pedagang.

Pedagang meminta setiap kebijakan baru yang berkaitan dengan tarif didahului sosialisasi dan musyawarah bersama perwakilan pedagang.
Pedagang meminta PD Pasar meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas dasar pasar, terutama kebersihan, keamanan, kamar mandi umum, serta penataan area parkir pengunjung.

Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala menyatakan akan menyampaikan seluruh tuntutan pedagang kepada Bupati Dairi.

Pemerintah Kabupaten Dairi juga berencana menggelar pertemuan lanjutan bersama para pedagang pada Kamis (10/9/2026) untuk membahas persoalan tarif ILP dan berbagai tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut. (yoel)

Redaksi Media Indonesia Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *