Pembangunan Koridor BRT Sebabkan Kemacetan, Walkot Medan Minta Maaf

Pembangunan Koridor BRT Sebabkan Kemacetan, Walkot Medan Minta Maaf
SHARE

Mediaindonesiaraya.co.id I Medan, 29 Oktober 2026 – Wali Kota Medan Rico Waas meminta maaf terkait kemacetan yang timbul akibat pembangunan koridor proyek Bus Rapid Transit (BRT). Rico mengakui, selain kemacetan proses pembangunan ini juga menghambat aktivitas warga sehari-hari.

“Kami pertama memohon maaf sebesar-besarnya ya kepada seluruh masyarakat yang ada di Kota Medan. Ini memang sedang ada pembangunan, kita sudah dalam proses pembangunan kota, tentu ada gangguan, ada ketidaknyamanan, kami mohon bersabar, kami mohon maaf,” ujar Rico saat diwawancarai, Rabu (28/10/2026).

Rico berharap masyarakat dapat bersabar dan memaklumi demi kelancaran proyek jangka panjang yang tengah dikerjakan pemerintah.

Dikatakan Rico, pihaknya juga telah turun ke lapangan guna memantau titik-titik krusial serta memberikan pengawalan khusus.

“Namun kami akan lakukan sebaik mungkin. Apabila ada permasalahan-permasalahan, kami akan turun langsung ya, dan juga daerah-daerah yang membutuhkan pengawalan dari dinas-dinas terkait tentu akan kami kawal agar kita bisa mengurai kemacetan ataupun gangguan-gangguan di sini ya,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 273 unit Bus Rapid Transit (BRT) akan menghubungkan Kota Medan, Binjai dan Kabupaten Deliserdang (Mebidang) mulai Juni 2027. Unit BRT ini merupakan bantuan dari pemerintah pusat.

Wali Kota Medan, Rico Waas mengatakan, adanya BRT Mebidang bukan hanya sebagai pembangunan infrastruktur melainkan untuk mengubah pola transportasi masyarakat dari kendaraan pribadi ke angkutan umum yang nyaman dan modern.

“Masyarakat harus tahu kapan proyek ini selesai. Kepastian waktu sangat penting agar warga paham apa yang sedang diupayakan pemerintah pusat maupun Pemkot Medan untuk mengurai kemacetan,” kata Rico Waas di Balai Kota, Rabu (29/4/2026).

Sementara itu, Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Muiz Thohir mengatakan BRT merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional yang dijalankan di dua kota, yakni Medan dan Bandung.

“Dengan dukungan pembiayaan dari Bank Dunia dan target penyelesaian pada Juni 2027,” ujar Muiz.

Saat ini, jelas Muiz, proyek telah memasuki tahap pelaksanaan dengan lima paket pekerjaan yang sudah berjalan di lapangan. Rencana jalur dirancang terintegrasi, menghubungkan sejumlah titik strategis kota hingga kawasan penyangga seperti Binjai dan Deli Serdang.

“Sistem ini akan dilengkapi jalur khusus di sebagian besar koridor, halte di berbagai titik, dukungan armada hingga 273 unit bus dengan waktu tunggu sekitar 15 menit,” katanya.

Muiz menambahkan, bahwa sistem ini akan didukung teknologi Intelligent Transport System (ITS) dan pengaturan lalu lintas berbasis ATCS.

“Selain pembangunan depo, proyek ini juga mencakup integrasi dengan angkutan pengumpan (feeder) untuk memastikan jangkauan layanan hingga ke kawasan pemukiman penduduk,” pungkasnya. (yoel)

Redaksi Media Indonesia Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *