Sembilan Bulan KA Putri Deli Angkut 970 Ribu Penumpang
Mediaindonesiaraya.co.id I Medan, 12 Oktober 2026– Kereta Api (KA) Putri Deli menjadi salah satu moda transportasi andalan masyarakat di Sumatera Utara, khususnya untuk mobilitas di kawasan pesisir timur. Sepanjang Januari hingga September 2026, kereta api kelas ekonomi yang melayani rute Medan–Tanjungbalai ini mengangkut 970.762 pelanggan.
Jumlah tersebut menyumbang sekitar 47 persen dari total 2.061.785 pelanggan yang dilayani PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara selama sembilan bulan pertama 2026.
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan tingginya jumlah pelanggan menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi kereta api untuk perjalanan antarkota.
“Pertumbuhan jumlah pelanggan menunjukkan bahwa layanan kereta api sangat dibutuhkan masyarakat untuk mendukung mobilitas antarkota. Karena itu, KAI Divre I Sumut terus mengevaluasi pola perjalanan dan kebutuhan pelanggan agar layanan dapat sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Anwar, Senin (12/10/2026).
Menurutnya, KA Putri Deli memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat di sepanjang jalur pesisir timur Sumatera Utara.
Selain menghubungkan sejumlah kota, kereta api ini juga menawarkan tarif yang relatif terjangkau.
Berawal dari Tiga Layanan Kereta Api
Layanan KA Putri Deli memiliki sejarah panjang di jalur Medan–Tanjungbalai. Sebelum layanan ini beroperasi, relasi kedua kota tersebut dilayani KA Putri Hijau yang diresmikan pada 3 April 1972 dan KA Lancang Kuning yang beroperasi sejak dekade 1970-an dengan rangkaian kelas ekonomi.
Pada 2002, turut dioperasikan KA Putri Ungu yang menggunakan rangkaian kelas bisnis. Kemudian, pada 2008, ketiga layanan tersebut dilebur menjadi satu layanan, yakni KA Putri Deli.
Pada awal pengoperasiannya, KA Putri Deli menggunakan rangkaian tujuh kereta yang terdiri atas enam kereta penumpang dan satu kereta pembangkit. Saat itu, tarif perjalanan ditetapkan sebesar Rp15.000 dengan dukungan subsidi pemerintah melalui skema Public Service Obligation (PSO).
Kini, KA Putri Deli melayani enam perjalanan setiap hari, masing-masing tiga keberangkatan dari Stasiun Medan dan tiga keberangkatan dari Stasiun Tanjungbalai.
Kereta ini menempuh jalur sepanjang 175 kilometer dengan tarif Rp24.000 untuk jarak terdekat dan Rp27.000 untuk jarak terjauh. Waktu tempuh perjalanan sekali jalan sekitar empat jam.
Dalam perjalanannya, KA Putri Deli berhenti di 16 stasiun, antara lain Stasiun Lubuk Pakam, Rampah, Tebing Tinggi, Lima Puluh, dan Kisaran, sebelum tiba di Stasiun Tanjungbalai.
Anwar menegaskan, KAI Divre I Sumut berkomitmen menjaga keselamatan dan keandalan operasional KA Putri Deli untuk memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat.
“Tiap tahun, ratusan ribu hingga jutaan orang bergerak melakukan mobilitas dengan berbagai keperluan menggunakan KA Putri Deli, menunjukkan peran vital KA tersebut bagi masyarakat Sumatera Utara. Oleh karena itu, KAI Divre I Sumut berkomitmen menjaga keselamatan serta keandalan operasional agar perjalanan masyarakat senantiasa berlangsung aman, nyaman, dan tepat waktu,” pungkasnya. (yoel)
