Pemkab Tapteng Gelar Profiling ASN, Bupati Masinton Dorong Manajemen Talenta Berbasis Data

Pemkab Tapteng Gelar Profiling ASN, Bupati Masinton Dorong Manajemen Talenta Berbasis Data
SHARE

Mediaindonesiaraya.co.id I Tapanuli Tengah, 15 September 2026 – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng) melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Daerah setempat, resmi menggelar kegiatan Profiling ASN dengan tujuan memetakan potensi dan kompetensi pegawai secara terukur, guna mendukung manajemen talenta.

Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, menekankan pentingnya nilai profesionalisme, integritas, dan dedikasi tinggi aparatur dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Inilah bagian dari peningkatan kompetensi aparatur kita. Sehingga kita semua dituntut bekerja dengan penuh tanggung jawab, tepat waktu, dan tepat sasaran. Kerja yang berdampak dan punya hasil serta manfaat nyata ke masyarakat,” tegas Bupati Masinton Pasaribu di Laboratorium SMAN 1 Matauli Pandan, Senin (14/9/2026).

Masinton Pasaribu menegaskan, bahwa hasil profiling ASN ini akan dipergunakan Pemkab Tapteng untuk menerapkan manajemen talenta secara transparan. Melalui sistem ini, seluruh kebijakan penempatan pegawai diukur berdasarkan kemampuan, kapasitas, kompetensi, dan integritas ASN.

“Jadi kita tinggalkan pola kerja lama yang membuat kita itu tertinggal, kalau pemerintahan, pelayanannya bagus. Maka akan berdampak pada peningkatan dan kemajuan daerah. Jadi ini yang akan kita lakukan terus-menerus,” sebut orang nomor satu di Pemkab Tapanuli Tengah.

Sementara itu, Kepala Kantor Regional VI BKN Medan, Dr. Janry Haposan U.P. Simanungkalit, menyampaikan bahwa profiling ASN krusial untuk mempercepat pencapaian visi-misi Bupati Tapanuli Tengah sekaligus menjadi prioritas pemerintah daerah.

Menurutnya, prinsip utama ProASN adalah menyediakan data akurat mengenai potensi, kompetensi, dan literasi digital ASN untuk menjawab tantangan era digital.

“Jangan nanti seseorang yang tidak cocok pada tempatnya dipaksakan pada tempat itu. Itu melanggar prinsip menempatkan orang yang tepat, pada tempat yang tepat, pada waktu yang tepat, dan alasannya juga harus tepat. Jadi tidak bisa nanti tanpa berbasis data,” jelasnya.
produk kecantikan untuk pria wanita

Masih ditempatkan serupa, Kepala BKPSDM Kabupaten Tapanuli Tengah, Gusni Army Pasaribu, menyampaikan laporannya tentang Profilling ASN (ProASN) sebagai berikut:

1. Mengetahui kondisi aktual ASN (kompetensi, kinerja, dan potensi)
2. Mendukung manajemen talenta ASN agar penempatan, promosi, dan pengembangan karier berbasis data objektif
3. Menentukan kebutuhan pengembangan kompetensi (diklat, coaching, mentoring)
4. Mewujudkan sistem merit dalam pengelolaan kepegawaian.

Peserta Profilling ASN sebanyak 236 orang yang mengikuti, yang terdiri dari Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, Fungsional dan Pelaksana. (yoel)

Redaksi Media Indonesia Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *