Ruang Muda Dorong Generasi Muda Bersiap Sambut Indonesia Emas 2045, Dari Literasi hingga Bahaya Narkoba dan Judol

Ruang Muda Dorong Generasi Muda Bersiap Sambut Indonesia Emas 2045, Dari Literasi hingga Bahaya Narkoba dan Judol
SHARE

Mediaindonesiaraya | MEDAN, 16 September 2026 — Menyambut Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur dan ekonomi. Kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda, menjadi salah satu kunci penting dalam menentukan arah masa depan Indonesia.

Hal tersebut mengemuka dalam podcast Media Indonesia Raya (MIRA) bersama organisasi Ruang Muda, Selasa (15/9/2026). Podcast yang dipandu Muhri Fauzi Hafiz selaku host Media Indonesia Raya itu membahas berbagai persoalan sekaligus peluang yang dihadapi generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

Sejumlah isu menjadi pembahasan utama, mulai dari pemenuhan gizi, pola hidup sehat, penggunaan media sosial, narkoba, judi online (judol), pinjaman online (pinjol), stunting, hingga pentingnya meningkatkan literasi di kalangan milenial dan Gen Z.

Ketua Umum Ruang Muda, Iqbal Hadi Pradigna, mengatakan persiapan menuju Indonesia Emas 2045 harus dimulai sejak sekarang dengan membangun generasi yang sehat, cerdas dan memiliki karakter.

“Ruang Muda harus ikut berpartisipasi dalam menyambut generasi emas 2045. Kita bisa memulainya dari pertumbuhan gizi yang baik, menghindari narkoba dan judi online, bijak menggunakan media sosial, serta membangun pola hidup cerdas dan sehat,” ujar Iqbal.

Menurutnya, persoalan generasi muda tidak dapat dilihat dari satu aspek saja. Kesehatan, pendidikan, lingkungan sosial dan kemampuan memanfaatkan teknologi secara positif saling berkaitan dalam membentuk kualitas generasi masa depan.

Sementara itu, Sekretaris Ruang Muda Ni’mal Hamdi menyoroti ancaman narkoba, judi online dan pinjaman online yang dapat memberikan dampak sosial maupun finansial bagi generasi muda.

Ia menilai edukasi mengenai risiko kecanduan, pengelolaan keuangan dan kemampuan mengambil keputusan perlu diperkuat sejak dini.

“Anak muda harus memiliki kemampuan untuk mengenali risiko dan mengambil keputusan yang tepat, sehingga tidak mudah terjebak dalam persoalan narkoba, judi online maupun pinjaman online,” katanya.

Dari sisi hukum, Kabid Advokasi dan Hukum Ruang Muda Afif Hauzaan Abid menyampaikan rencana menghadirkan Klinik Hukum sebagai salah satu program kerja kemasyarakatan.

Program tersebut diarahkan untuk memberikan edukasi, advokasi dan mediasi hukum kepada masyarakat dengan melibatkan pihak-pihak terkait.

“Klinik Hukum diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan edukasi dan pemahaman mengenai persoalan hukum sekaligus menjadi bagian dari upaya memberikan akses informasi hukum yang lebih luas,” ujar Afif.

Sementara itu, Wakil Ketua Ruang Muda Ahmad Hilmy Lubis menegaskan pentingnya membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi milenial dan Gen Z.

Menurut Hilmy, generasi muda bukan hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga harus diberikan kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan sosial, edukasi dan pembangunan masyarakat.

“Partisipasi pemuda harus lebih progresif dan partisipatif. Generasi milenial dan Gen Z nantinya akan mengisi transisi generasi menuju 2045. Karena itu, sejak sekarang harus diberikan ruang untuk belajar, berkembang dan berkontribusi,” kata Hilmy.

Dalam podcast tersebut, Hilmy juga menggaungkan kampanye “Stop Scrolling, Start Literasi”. Pesan tersebut menjadi ajakan agar generasi muda tidak hanya menjadi konsumen informasi di media sosial, tetapi juga mampu membaca, memahami dan memverifikasi informasi secara kritis.

Literasi dinilai semakin penting di tengah derasnya arus informasi digital, termasuk informasi mengenai narkoba, judi online, pinjaman online, kesehatan dan berbagai persoalan sosial lainnya.

Ruang Muda turut menyampaikan apresiasi kepada Meriyawaty Amelia Prasetio atau Bunda Yin atas dukungan dan wadah yang diberikan dalam membentuk serta mengedukasi karakter pemuda-pemudi Sumatera Utara.

Melalui kolaborasi dan ruang dialog seperti podcast Media Indonesia Raya, Ruang Muda berharap semakin banyak anak muda yang memahami tantangan masa depan, mampu menjaga diri dari berbagai risiko sosial dan finansial, serta berani mengambil peran dalam pembangunan.

Indonesia Emas 2045 pada akhirnya bukan hanya tentang angka tahun, tetapi tentang generasi yang dipersiapkan sejak hari ini untuk mengisi masa depan Indonesia. (*)

Redaksi Media Indonesia Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *