Pemko Medan Perkuat Kesiapsiagaan dan Kolaborasi Kemanusiaan
Mediaindonesiaraya.co.id I Medan, 29 Agustus 2026 — Banjir besar yang melanda Kota Medan tahun lalu menjadi pelajaran penting bagi Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana. Pengalaman tersebut juga menunjukkan kuatnya solidaritas kemanusiaan, termasuk dari para pengungsi yang turut membantu warga terdampak banjir.
Hal itu terungkap saat Pemko Medan menerima audiensi International Organization for Migration (IOM) di Balai Kota Medan, Jumat (28/8/2026).
Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap mengapresiasi dukungan IOM yang turut membantu Pemko Medan saat banjir besar melanda Kota Medan tahun lalu.
Menurut Zakiyuddin, bencana tersebut menjadi salah satu peristiwa besar yang membutuhkan kerja sama pemerintah, masyarakat, serta berbagai lembaga. Pengalaman itu sekaligus menegaskan pentingnya koordinasi dan kolaborasi dalam menghadapi situasi darurat.
“Sesama manusia tetap saling tolong dan membantu. Terima kasih IOM telah membantu Pemko Medan saat bencana banjir tahun lalu,” ujar Zakiyuddin.
Ia mengatakan, Pemko Medan terus melakukan rapat dan koordinasi sebagai langkah antisipasi terhadap potensi banjir, terutama memasuki September yang diperkirakan mulai memasuki musim hujan.
Zakiyuddin menegaskan, Pemko Medan tidak ingin bencana serupa kembali terjadi, terlebih jika Kota Medan harus menghadapi bencana besar yang sama selama dua tahun berturut-turut.
Karena itu, kesiapsiagaan dan koordinasi antarlembaga terus diperkuat guna meminimalkan dampak apabila terjadi bencana.
Di balik bencana banjir tersebut, terdapat kisah kemanusiaan yang menunjukkan kuatnya solidaritas antarsesama.
Chief of Mission IOM Indonesia Jeffrey Labovitz mengatakan, saat ini jumlah pengungsi di Kota Medan tercatat sedikit di atas 1.000 orang. Jumlah itu menurun dibandingkan sebelumnya yang mencapai sekitar 2.200 orang.
Para pengungsi tersebut berasal dari 15 negara, dengan populasi terbesar berasal dari Afganistan dan Somalia.
Jeffrey mengungkapkan, salah satu pengalaman paling berkesan dalam kerja IOM di Medan terjadi ketika banjir besar melanda Kota Medan tahun lalu.
Di tengah kondisi tersebut, sejumlah pengungsi justru turut membantu warga yang terdampak banjir. Mereka ikut membersihkan rumah warga lanjut usia yang tidak mampu melakukan pekerjaan tersebut secara mandiri.
Menurut Jeffrey, aksi tersebut menjadi gambaran bahwa solidaritas kemanusiaan tidak mengenal latar belakang maupun status seseorang.
Mereka yang selama ini menerima bantuan juga mampu mengambil bagian untuk membantu masyarakat di sekitarnya ketika bencana terjadi.
“Kunjungan kali ini juga menjadi momentum untuk menyampaikan terima kasih kepada Pemko Medan atas dukungan berkelanjutan dalam menerima dan membantu para pengungsi, sekaligus memperkuat kembali hubungan baik antara IOM dan Kota Medan,” ungkap Jeffrey.(yoel)
