PSMS Medan Resmi Bubarkan Tim, Fokus Evaluasi untuk Musim Depan

PSMS Medan Resmi Bubarkan Tim, Fokus Evaluasi untuk Musim Depan
SHARE

MediaIndonesiaRaya.co.id, Selasa, 5 Mei 2026, Medan – Manajemen PSMS Medan resmi membubarkan skuad musim 2025/2026 usai kembali dari Aceh. Pembubaran dilakukan di Wisma Atlet Dispora Sumut, Senin (4/5/2026), sebagai penanda berakhirnya perjalanan tim musim ini sekaligus awal persiapan menuju kompetisi berikutnya.

Acara perpisahan digelar sederhana melalui makan bersama yang diikuti jajaran pelatih, pemain, dan ofisial. Presiden klub, Fendi Jonathan, menyampaikan pesan reflektif kepada seluruh tim.

“Setiap ada pertemuan, pasti ada pula perpisahan,” ujarnya.

Refleksi Kegagalan ke Super League

Fendi menegaskan bahwa seluruh elemen tim melakukan evaluasi menyeluruh atas hasil yang diraih musim ini. Target lolos ke Super League belum berhasil dicapai, sehingga introspeksi menjadi langkah awal sebelum melakukan pembenahan.

“Saya sudah bilang ke tim, sebelum kita menunjuk orang lain, kita tunjuk diri kita sendiri dulu. Artinya kita refleksikan diri kita, kekurangan kita apa, salah kita di mana. Manajemen dan pemain harus sama-sama evaluasi,” ucapnya.

Evaluasi untuk Capai Target

Manajemen berkomitmen melakukan perbaikan, baik dari sisi pemain maupun tim kepelatihan, guna meningkatkan performa di musim mendatang.

“Musim ini kita sudah berjuang bersama, tapi hasilnya belum sesuai harapan. Ke depan, manajemen akan evaluasi pemain dan pelatih supaya target kita ke Liga 1 bisa tercapai,” kata Fendi.

Persiapan Musim Depan

Usai pembubaran, para pemain dipersilakan kembali ke kampung halaman masing-masing untuk beristirahat. Manajemen akan segera menyusun rencana lanjutan dan memanggil kembali tim untuk persiapan musim baru.

“Mereka bisa pulang dulu, kumpul bersama keluarga. Nanti akan kami informasikan kapan berkumpul lagi untuk persiapan musim depan,” tambahnya.

Diketahui, PSMS mengakhiri musim di posisi ketujuh klasemen Grup 1 dengan raihan 37 poin. Sepanjang musim, tim juga sempat melakukan pergantian pelatih dari Kas Hartadi ke Eko Purdjianto pada pertengahan putaran kedua, serta melakukan sejumlah perubahan komposisi pemain. Namun, langkah tersebut belum cukup untuk membawa tim kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Red

Redaksi Media Indonesia Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *