Panglima TNI Bentuk 37 Kodam, 15 Kodaeral, serta Delapan Pasmar
Mediaindonesiaraya.co.id | Magelang, Selasa 21 April 2026 – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyoroti perkembangan lingkungan strategis global yang masih diwarnai berbagai konflik di sejumlah kawasan dunia, khususnya di kawasan Teluk. Pun termasuk perang Rusia-Ukraina yang masih berlangsung serta ketegangan di kawasan lainnya yang berpotensi memengaruhi stabilitas global.
Jenderal Agus menekankan pentingnya kewaspadaan nasional serta penguatan sinergi antara seluruh komponen bangsa, termasuk pemerintah daerah dan DPRD, dalam menghadapi tantangan global tersebut. Menurut dia, TNI memiliki peran tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga mendukung percepatan pembangunan daerah melalui kerja sama dengan pemerintah daerah.
Dia pun mendorong adanya kolaborasi aktif antara TNI dan DPRD di daerah guna memperkuat ketahanan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Silakan (TNI) diajak membangun wilayah-wilayah Bapak–Ibu sekalian untuk mempercepat pembangunan di wilayah dan bisa menyejahterakan masyarakat,” ujarnya dalam Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) bagi Ketua DPRD Seluruh Indonesia di Akademi Militer, Kota Magelang, Ahad (19/4/2026).
Agus menyampaikan, penguatan struktur pertahanan saat ini dilakukan melalui pembentukan satuan-satuan baru. Termasuk rencana pembentukan 37 Komando Daerah Militer (Kodam), 15 Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral), serta delapan Pasukan Marinir (Pasmar) di berbagai wilayah Indonesia.
Di samping itu, sambung dia, TNI mengembangkan pembentukan batalyon baru secara bertahap. Menurut Agus, target pembangunan 150 batalyon infanteri teritorial pembangunan (Yonif TP) setiap tahun sebagai bagian dari penguatan pertahanan sekaligus dukungan terhadap pembangunan daerah.
Agus menjelaskan, Yonif TP dirancang tidak hanya untuk fungsi pertahanan, tetapi juga memiliki peran dalam mendukung kegiatan produktif masyarakat. Di antaranya, pertanian, peternakan, perikanan, konstruksi, dan pelayanan kesehatan.
“Ini sesuai dengan tugas TNI dalam Operasi Militer Selain Perang, salah satunya ada membantu tugas Pemda untuk membantu percepatan pembangunan, jadi jangan ada persepsi yang lain-lain,” jelas Agus.
Sementara Gubernur Lemhannas Tubagus Ace Hasan Syadzily menegaskan, pentingnya peran DPRD dalam mengawal pembangunan nasional. Dia menyebutkan, DPRD bukan hanya sekadar institusi politik, melainkan garda terdepan arah pembangunan nasional agar selaras dengan Asta Cita.
“DPRD, baik provinsi, kabupaten, maupun kota, bukan hanya institusi politik, tetapi harus menjadi garda terdepan dalam memastikan arah pembangunan nasional yang selaras dengan visi besar pemerintah pusat dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” kata Ace saat memberikan sambutan penutupan KPPD Ketua DPRD Seluruh Indonesia di Akmil, Kota Magelang, Ahad.
Ace mengingatkan kembali arahan Presiden Prabowo Subianto tentang pentingnya peran peserta KPPD sebagai patriot bangsa yang mengawal pembangunan nasional di tengah tantangan geopolitik dan pengaruhnya terhadap bangsa. Patriotisme itu bukan sekadar simbol, melainkan sikap negarawan yang solid, berintegritas, dan mampu diwujudkan dalam setiap pengambilan keputusan yang berpihak pada rakyat.
“Jadilah patriot bangsa yang tidak hanya menjaga arah pembangunan, namun tetap mengedepankan kepentingan bangsa sebagai yang utama. Mari kita wujudkan Asta Cita guna mencapai cita-cita bangsa menyongsong Indonesia Emas 2045,” ucap Ace.
