Jembatan Perintis Hadir Setelah 20 Tahun, Warga Gang Sejuk Tak Lagi Gendong Anak Menyeberangi Sungai

Jembatan Perintis Hadir Setelah 20 Tahun, Warga Gang Sejuk Tak Lagi Gendong Anak Menyeberangi Sungai
SHARE

Mediaindonesiaraya.co.id| MEDAN, 15 September 2026 — Hujan deras yang mengguyur Gang Sejuk, Lingkungan IV, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan, Senin (14/9/2026), tak menyurutkan antusiasme warga dan puluhan pelajar sekolah dasar (SD) menghadiri peresmian Jembatan Perintis.

Jembatan tersebut dibangun atas inisiatif Ketua Umum Yayasan Lansia Merdeka Indonesia (YLMI), Hartono Tjandra, bersama sejumlah donatur yang tergerak membantu masyarakat.

Peresmian berlangsung dalam suasana haru dan sukacita. Terutama bagi kaum ibu yang selama lebih dari 20 tahun mendambakan akses penyeberangan yang aman bagi anak-anak mereka.

Selama puluhan tahun, warga Jalan Sawit I, Gang Sejuk dan kawasan sekitarnya harus menghadapi risiko saat mengantar maupun menjemput anak ke sekolah.

Anak-anak terpaksa menyeberangi aliran sungai. Ketika hujan deras membuat arus meningkat, tak jarang mereka harus digendong orang tua agar dapat mencapai sekolah maupun kembali ke rumah.

Warga pun dihadapkan pada dua pilihan: mengambil risiko menyeberangi sungai atau memutar melalui jalur yang lebih jauh.

Kini, persoalan itu mulai teratasi dengan hadirnya Jembatan Perintis.

Para orang tua tidak lagi harus mempertaruhkan keselamatan ketika mengantar dan menjemput anak-anak mereka. Jembatan tersebut langsung menjadi akses penting bagi mobilitas warga yang selama puluhan tahun membutuhkan jalur penghubung di kawasan itu.

Dalam sambutannya, Hartono meminta masyarakat bersama-sama menjaga jembatan agar tetap aman dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Ia secara khusus mengingatkan agar tidak ada pihak yang merusak maupun mencuri material besi yang menjadi bagian penting konstruksi jembatan.

“Saya titip supaya masyarakat ikut bersama-sama menjaga Jembatan Perintis ini. Kami ikut berbahagia karena ibu-ibu sudah aman dan nyaman sekarang antar jemput anaknya ke sekolah,” tutur Hartono.

Hartono menegaskan, pembangunan jembatan bukan semata hasil kepedulian dirinya, tetapi juga berkat dukungan sejumlah donatur yang turut tergerak membantu masyarakat.

“Ini juga berkat bantuan dari kawan-kawan lainnya yang tergugah hatinya untuk membantu masyarakat di sini, agar dibangunkan jembatan sebagai penghubung mobilitas warga,” ujarnya.

Berawal dari Aspirasi Warga

Hartono mengungkapkan, aspirasi pembangunan jembatan tersebut berawal dari informasi yang disampaikan Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Medan, Irwan Manalu, bersama rekan-rekan wartawan, serta mendapat dukungan dari Camat Medan Tuntungan, Berani Peranginangin.

“Saya juga mau bilang bahwa aspirasi warga ini kami dapatkan dari seorang wartawan yaitu Bapak Irwan Manalu selaku Ketua SMSI Kota Medan. Pembangunan jembatan ini berkat informasi awal dari beliau dan rekan-rekannya,” ungkap Hartono.

Peresmian turut dihadiri Wali Kota Medan Rico Waas, yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Adlan; Kapolrestabes Medan yang diwakili Kapolsek Tuntungan; Camat Medan Tuntungan Berani Peranginangin bersama Sekcam Eva Lucia Simamora; Lurah Mangga; sejumlah kepala lingkungan se-Kelurahan Mangga; pengurus YLMI; puluhan pelajar SD; serta warga setempat.

Rasa syukur disampaikan warga yang selama ini merasakan langsung sulitnya akses penyeberangan tersebut.

“Saya hanya bisa mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Bapak Hartono Tjandra yang sudah membangun jembatan ini. Semoga Bapak terus diberi kesehatan dan rezeki yang luas,” ujar Siti Rahma Boru Tarigan, mewakili warga.

Ungkapan senada disampaikan Boru Nainggolan. Ia mengisahkan kesulitan kaum ibu selama puluhan tahun ketika mengantar anak-anak mereka ke sekolah.

“Sekarang ibu-ibu tidak perlu takut lagi. Tidak perlu menggendong anak-anaknya menyeberangi sungai. Sudah ada jembatan ini yang dibangun Bapak Hartono dan para donatur berhati mulia. Mari kita jaga bersama,” ajaknya.

Sebagai bentuk komitmen menjaga Jembatan Perintis, kaum ibu dan perwakilan pelajar SD turut menyatakan kesediaan merawat dan menjaga infrastruktur tersebut.

Komitmen itu dinilai penting untuk memastikan jembatan tetap dapat dimanfaatkan masyarakat, sekaligus mencegah potensi pencurian material besi.

Pemko Medan Apresiasi Kepedulian

Sementara itu, mewakili Wali Kota Medan Rico Waas, Adlan menyampaikan apresiasi kepada Hartono Tjandra, para donatur, serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam pembangunan Jembatan Perintis.

Apresiasi khusus juga disampaikan kepada Sekretaris Umum YLMI, Theresia Riama Marbun, yang turut berperan dalam pembangunan jembatan tersebut.

“Apa yang dilakukan hari ini sebagai bentuk kepedulian yang nyata. Ketika ada perhatian terhadap kebutuhan masyarakat dan diwujudkan dalam bentuk fasilitas yang dapat digunakan bersama, tentu hal tersebut patut kita hargai dan dukung,” kata Adlan membacakan sambutan wali kota.

Menurutnya, jembatan bukan sekadar sarana penghubung secara fisik, tetapi juga menjadi penghubung berbagai aktivitas dan kepentingan masyarakat.

“Dengan adanya Jembatan Perintis ini, kita berharap mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah dan berbagai aktivitas sehari-hari dapat berjalan dengan lebih baik,” ujarnya.

Adlan mengatakan Pemko Medan terus mendorong pembangunan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Karena itu, keberadaan Jembatan Perintis diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus mendukung aktivitas warga Kelurahan Mangga.

Ia menilai manfaat terbesar jembatan tersebut akan dirasakan anak-anak sekolah yang sebelumnya harus menyeberangi sungai dengan bantuan orang tua.

“Yang tidak kalah penting, jembatan ini akan sangat dirasakan masyarakat, terutama oleh anak-anak sekolah. Sebelum jembatan ini ada, mereka harus digendong oleh orang tuanya menyeberangi sungai saat berangkat maupun pulang sekolah. Kini, kita berharap akses mereka menjadi mudah dan aman,” katanya.

Adlan menambahkan, pembangunan Jembatan Perintis merupakan salah satu bentuk nyata implementasi jargon “Medan untuk Semua”, bahwa pembangunan kota harus menghadirkan manfaat bagi seluruh masyarakat.

“Pak wali juga berharap semangat yang kita lihat hari ini dapat terus tumbuh. Ketika pemerintah, masyarakat, dunia usaha, yayasan, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai elemen kota memiliki kepedulian yang sama terhadap lingkungan dan kebutuhan warga, maka pembangunan akan semakin memiliki manfaat yang nyata. Mari kita rawat bersama fasilitas yang telah hadir untuk masyarakat,” pungkasnya.

Acara peresmian ditutup dengan pembagian bantuan beras kepada 100 warga yang hadir. (*)

Redaksi Media Indonesia Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *