Nobar Film Istimewa, Bunda Yin Dorong Kesetaraan dan Ruang Kebersamaan bagi Penyandang Disabilitas

Nobar Film Istimewa, Bunda Yin Dorong Kesetaraan dan Ruang Kebersamaan bagi Penyandang Disabilitas
SHARE

Mediaindonesiaraya.co.id | Medan Jumat 18 September 2026 – Kepedulian terhadap masyarakat tidak selalu diwujudkan melalui langkah besar. Kehadiran, dukungan, serta kemauan membuka ruang yang setara juga menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan sosial yang lebih inklusif.

Semangat tersebut terlihat melalui dukungan Bunda Yin terhadap pelaksanaan nonton bareng (nobar) film Istimewa yang secara khusus diperuntukkan bagi penyandang disabilitas.

Kegiatan yang digelar Yayasan Hati Emas tersebut menjadi ruang bagi para penyandang disabilitas untuk menikmati karya film sekaligus memperkuat kebersamaan dalam suasana yang lebih ramah dan inklusif.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian Bunda Yin dalam mendorong terciptanya ruang sosial yang dapat diakses dan dinikmati oleh berbagai kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Bunda Yin saat ini dikenal sebagai Ketua Koperasi Cakra, Ketua DPD WALUBI, sekaligus Pembina Yayasan Hati Emas. Ketiga peran tersebut menjadi ruang pengabdian yang memiliki titik temu pada upaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Melalui Koperasi Cakra, semangat kebersamaan tidak hanya diarahkan pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada terciptanya kesempatan bagi masyarakat untuk terlibat, berkembang, dan merasakan manfaat secara bersama-sama.

Sementara melalui Yayasan Hati Emas, perhatian terhadap kelompok penyandang disabilitas diwujudkan antara lain dengan menghadirkan kegiatan yang memberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam ruang publik secara lebih setara.

Kegiatan nobar film Istimewa pun menjadi bagian dari pesan bahwa inklusivitas membutuhkan ruang nyata—ruang untuk berkumpul, menikmati hiburan, berinteraksi, dan mendapatkan kesempatan yang sama.

Semangat tersebut sejalan dengan pesan Koperasi Cakra Tumbuh Bersama, Memberi Arti.

Kehadiran Bunda Yin di berbagai ruang sosial tersebut menunjukkan bagaimana kegiatan ekonomi, sosial, keagamaan, dan kemanusiaan dapat berjalan beriringan ketika dibangun dengan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap masyarakat.Red

 

Redaksi MIRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *