Maulid Nabi Muhammad SAW di LRPPN Bhayangkara Indonesia, Jadi Momentum Penguatan Mental dan Spiritual Klien Rehabilitasi

Maulid Nabi Muhammad SAW di LRPPN Bhayangkara Indonesia, Jadi Momentum Penguatan Mental dan Spiritual Klien Rehabilitasi
SHARE

Mediaindonesiaraya.co.id | Medan 26 Agustus 2026 – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah berlangsung khidmat di lingkungan Lembaga Rehabilitasi Pencegahan Penyalahguna Narkotika Bhayangkara Indonesia (LRPPN BI). Kegiatan tersebut diikuti para klien yang sedang menjalani layanan rehabilitasi narkoba dan gangguan mental akibat kecanduan judi online (judol).

Kegiatan Maulid Nabi ini tidak hanya menjadi momentum untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memberikan penguatan spiritual, mental, serta motivasi kepada para klien selama menjalani proses rehabilitasi.

Dalam ceramahnya, Ustaz Anshori menyampaikan pentingnya meneladani akhlak dan perjuangan Rasulullah SAW dalam menjalani kehidupan. Menurutnya, setiap manusia memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan kembali ke jalan yang lebih baik.

Ia juga mengajak para klien agar menjadikan proses rehabilitasi sebagai momentum untuk melakukan perubahan, meninggalkan kebiasaan buruk, serta membangun kehidupan yang lebih sehat dan produktif.

“Jangan pernah merasa bahwa masa lalu menjadi penghalang untuk berubah. Selama masih diberikan kesempatan dan kemauan untuk memperbaiki diri, selalu ada jalan untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” pesan Ustaz Anshori dalam ceramahnya.

Sementara itu, Wakil Direktur II Program Layanan Rehabilitasi LRPPN BI, Rizka Novita, mengatakan kegiatan keagamaan seperti peringatan Maulid Nabi merupakan salah satu langkah untuk memperkuat kondisi psikologis dan spiritual para klien.

Menurut Rizka, proses rehabilitasi tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga membutuhkan penguatan mental, emosional, sosial, dan spiritual agar klien memiliki bekal yang lebih kuat ketika kembali ke tengah masyarakat.

“Peringatan Maulid Nabi ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat klien, terutama dari sisi mental dan spiritual. Kami berharap mereka mendapatkan motivasi, ketenangan, serta semangat untuk terus menjalani proses rehabilitasi sampai selesai,” ujar Rizka.

Ia menambahkan, LRPPN BI terus berupaya menghadirkan berbagai program yang dapat mendukung proses pemulihan klien, termasuk kegiatan keagamaan, pembinaan karakter, konseling, serta program-program rehabilitasi lainnya.

Melalui kegiatan tersebut, para klien diharapkan tidak hanya mampu meninggalkan ketergantungan terhadap narkotika maupun perilaku adiktif lainnya, tetapi juga mampu membangun kembali kepercayaan diri dan mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan program rehabilitasi.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut ditutup dengan doa bersama, dengan harapan seluruh klien diberikan kekuatan, keteguhan hati, dan kemudahan dalam menjalani proses pemulihan serta kembali menjadi bagian yang positif di tengah keluarga dan masyarakat.Red

Redaksi MIRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *