Bupati Nias Barat Tinjau Lokasi Pembangunan PLTD 10 MW di Desa Simaeasi Bersama PLN

Bupati Nias Barat Tinjau Lokasi Pembangunan PLTD 10 MW di Desa Simaeasi Bersama PLN
SHARE

Mediaindonesiaraya.co.id I Nias Barat, 14 Oktober 2026 – Bupati Nias Barat, Eliyunus Waruwu, bersama Manajer PT PLN (Persero) UP3 Nias, Leonard Tulus M Panjaitan, meninjau lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berkapasitas 10 megawatt (MW) di Desa Simaeasi, Kecamatan Mandrehe.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi sekaligus memperkuat koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Nias Barat dan PLN terkait rencana pembangunan pembangkit listrik tersebut.

Menurut Eliyunus, penguatan infrastruktur kelistrikan merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat dan menjadi salah satu fondasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pelayanan publik, serta mendukung aktivitas usaha masyarakat.

“Kita ingin memastikan pembangunan infrastruktur kelistrikan ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Nias Barat akan terus membangun komunikasi dan sinergi dengan PLN agar kebutuhan listrik masyarakat dapat semakin terpenuhi,” ujar Eliyunus, Salasa (13/10).

Sebelumnya, Pemkab Nias Barat telah menghibahkan lahan seluas 3.845 meter persegi untuk pembangunan PLTD tersebut pada Jumat (18/9/2026).

Penyerahan hibah lahan itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian hibah antara Pemkab Nias Barat dan PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Nias.

Manajer PLN UP3 Nias, Leonard Tulus M Panjaitan, mengatakan PLN bersama Pemkab Nias Barat telah membahas sejumlah aspek teknis pembangunan PLTD dan jaringan pendukungnya.

Pembahasan tersebut mencakup jalur jaringan dari lokasi pembangkit menuju Gardu Hubung (GH), jaringan keluar dari gardu hubung, pemasangan tiang dan kabel, serta sejumlah titik yang bersinggungan dengan jalan dan tanaman milik masyarakat.

“Kami menargetkan kapasitas dan keandalan pasokan hingga 10 megawatt,” sebut Leonard.

Pembangunan PLTD tersebut diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem kelistrikan di Nias Barat. Infrastruktur ini juga diproyeksikan mendukung program pembangunan daerah, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan hingga pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selain itu, penguatan pasokan listrik diharapkan menunjang digitalisasi pelayanan pemerintahan serta mendorong masuknya investasi ke Nias Barat.

Dalam peninjauan tersebut turut hadir Camat Mandrehe, Kepala Bidang Dinas Perizinan, perwakilan Dinas PUPR, Penjabat Kepala Desa Simaeasi, Penjabat Kepala Desa Onolimbu, perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN), masyarakat yang menghibahkan lahan, serta jajaran PLN ULP Mandrehe. (yoel)

Redaksi Media Indonesia Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *