Belasan Excavator Beroprasi di Sungai Bubu, Komandan Madina Desak Kapolda dan Pangdam I/BB Tindak

Belasan Excavator Beroprasi di Sungai Bubu, Komandan Madina Desak Kapolda dan Pangdam I/BB Tindak
SHARE

Mediaindonesiaraya.co.id I Mandailing Natal,26 September 2026-Koalisi Mahasiswa Pemuda Mandailing Natal (Komandan Madina) kembali menyoroti dugaan aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di sekitar Sungai Bubu, Desa Ranto Panjang, kawasan Sulang Aling, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal.

Ketua Umum Komandan Madina, Robi Nasution, mengatakan berdasarkan informasi dan pemantauan yang dihimpun timnya, aktivitas PETI diduga masih marak di berbagai wilayah, seperti Kecamatan Kotanopan, Lingga Bayu, Batang Natal, termasuk Kecamatan Muara Batang Gadis. Di kawasan Sungai bubu tersebut diduga masih berlangsung dengan menggunakan belasan alat berat jenis excavator.

“Belasan excavator diduga masih beroperasi. Tentu ini menjadi pertanyaan besar, bagaimana aktivitas PETI dengan alat berat sebanyak itu masih dapat berlangsung. Kami meminta Aparat Penegak Hukum jangan tutup mata, ini harus menjadi perhatian serius” ujar Robi.

Menurut Robi, kondisi tersebut juga patut menjadi evaluasi terhadap efektivitas Satgas PETI dalam melakukan pengawasan dan penindakan. Ia meminta penanganan PETI tidak hanya menyasar pekerja di lapangan, tetapi juga mengungkap pihak yang berada di balik aktivitas tersebut.

“Ini menjadi pertanyaan publik terkait keberadaan Satgas yang dibentuk. Satgas PETI harus mengedepankan profesionalitas dalam melaksanakan tugas. Tidak ada tebang pilih, tindak dan proses hukum siapa pun yang terlibat.” tegas Robi.

Kami dari tim Komandan Madina juga menerima adanya informasi mengenai dugaan keterlibatan sejumlah pihak yang disebut berinisial IKT, ARN, SJ, ADMK, IWN, DYN, S, A, diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas PETI tersebut.

Robi menegaskan, penyebutan inisial tersebut bukan merupakan vonis, melainkan informasi yang menurut pihaknya perlu didalami dan diverifikasi melalui proses penyelidikan aparat penegak hukum.

“Kami meminta Kapolda Sumut untuk memerintahkan jajarannya agar memanggil dan memeriksa para oknum yang diduga terlibat serta mendalami informasi tersebut. Kalau ditemukan adanya keterlibatan, maka harus diproses sesuai hukum yang berlaku.”

Selain itu, Komandan Madina juga menyoroti adanya informasi dugaan keterlibatan oknum Polri yang bertugas di Polres Madina maupun Polda Sumut dalam aktivitas PETI tersebut. Robi meminta Kapolda Sumut agar melakukan pemeriksaan terhadap dugaan keterlibatan oknum Polri yang sudah menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.

Lanjut Robi, berdasarkan informasi dari masyarakat sekitar adanya dugaan keterlibatan oknum TNI aktif. Kami meminta Pangdam I/Bukit Barisan agar melakukan pemeriksaan internal terhadap informasi dugaan keterlibatan oknum TNI yang bertugas di lingkungan Kodim 0212/Tapsel maupun Kodam I/BB.

“Kalau memang ada oknum aparat yang terlibat, baik Polri maupun TNI, kami meminta jangan ada perlindungan. Periksa secara objektif dan tindak apabila terbukti. Kami bukan menyerang institusinya, tetapi meminta institusi memastikan tidak ada oknum yang mencederai nama baik dan kepercayaan masyarakat,” tegas Robi.

Komandan Madina mendesak Kapolda Sumut dan Pangdam I/BB mengambil langkah konkret untuk memastikan aktivitas PETI di kawasan Sungai Bubu mendapat atensi serta mengusut seluruh pihak yang diduga terlibat, termasuk kemungkinan adanya pihak yang memberikan perlindungan terhadap aktivitas tersebut.

“kami dan tim akan segera menyampaikan aspirasi ini secara langsung di depan Polda Sumatera Utara dan Kodam I/Bukit Barisan. Dengan membawa informasi serta tuntutan agar persoalan PETI di kawasan Sungai Bubu dan wilayah lainnya termasuk dugaan keterlibatan para oknum, benar-benar diperiksa secara profesional dan transparan serta diproses sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.” Tutup Robi. (yoel)

Redaksi Media Indonesia Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *