Proyek Perkuatan Tebing Aek Panjaitan Tapteng Capai 41,4 Persen
Mediaindonesiaraya.co.id I Medan, 9 September 2026— Upaya memperkuat perlindungan masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dari ancaman banjir terus dikebut. Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Sumatera Utara memastikan pekerjaan perkuatan tebing Sungai Aek Panjaitan kini telah mencapai 41,4 persen.
Proyek yang bersumber dari Transfer ke Daerah (TKD) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2026 tersebut menjadi salah satu pekerjaan penting dalam agenda pemulihan pascabencana sekaligus memperkuat infrastruktur pengendali banjir di wilayah Tapteng.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas SDA Sumut, Gibson Panjaitan, mengatakan progres pekerjaan sejauh ini berjalan sesuai jadwal. Namun, pihaknya tetap meminta pelaksana meningkatkan kapasitas pekerjaan agar target penyelesaian dapat dicapai tepat waktu.
“Pengerjaan tebing Sungai Aek Panjaitan menunjukkan tren positif. Semuanya sesuai skedul,” ujar Gibson kepada wartawan di Medan, Rabu (9/9/2026).
Gibson bersama Kepala Bidang Pelayanan Jaringan Sumber Air Dinas SDA Sumut, Suyetno, turun langsung meninjau proses pekerjaan, termasuk pemasangan sheetpile baja di lokasi.
Dari hasil peninjauan tersebut, Gibson memastikan pekerjaan berlangsung sesuai perencanaan. Meski demikian, ia meminta penambahan personel untuk menjaga laju pengerjaan tetap optimal.
“Pekerjaan meliputi pemasangan sheetpile dan normalisasi Sungai Aek Panjaitan,” katanya.
Jangan Lewat Tahun Anggaran
Gibson menegaskan percepatan pekerjaan menjadi perhatian penting. Dengan progres yang baru mencapai 41,4 persen, penambahan personel dan optimalisasi pengerjaan diperlukan agar proyek dapat diselesaikan sesuai target dan tidak melewati tahun anggaran 2026.
Menurutnya, pekerjaan tersebut tidak sekadar mengejar penyelesaian fisik, tetapi juga berkaitan langsung dengan upaya meningkatkan keamanan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar aliran Sungai Aek Panjaitan.
Perkuatan tebing dan normalisasi sungai diharapkan dapat meningkatkan kapasitas serta fungsi sungai dalam menghadapi potensi peningkatan debit air, terutama setelah wilayah Tapteng sebelumnya mengalami bencana hidrometeorologi.
Gibson menyebut proyek perkuatan Sungai Aek Panjaitan merupakan salah satu program yang mendapat perhatian Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dalam agenda pemulihan pascabencana.
Gubsu telah meninjau langsung proyek tersebut pada April 2026. Peninjauan itu menjadi bagian dari perhatian pemerintah provinsi terhadap pemulihan infrastruktur sekaligus pemulihan aktivitas masyarakat Tapteng setelah bencana pada November 2025.
“Pak Gubernur Bobby pada April 2026 pernah meninjau pengerjaan proyek ini. Beliau menjadikan proyek ini salah satu atensi untuk Tapanuli Tengah, agar aktivitas masyarakat usai bencana kembali normal,” pungkas Gibson. (yoel)
