Sebanyak 1,13 Juta Pelanggan Gunakan KA Bersubsidi di Sumut

Sebanyak 1,13 Juta Pelanggan Gunakan KA Bersubsidi di Sumut
SHARE

Media Indonesia raya.co.id | Pematang Siantar, 21 Agustus 2026 — Kereta api bersubsidi masih menjadi salah satu pilihan utama masyarakat Sumatera Utara untuk bepergian dengan biaya terjangkau. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat 1.130.771 pelanggan menggunakan layanan kereta api dengan skema Public Service Obligation (PSO) sepanjang Januari hingga Juli 2026.

Besarnya jumlah pengguna tersebut menunjukkan bahwa layanan KA PSO memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan perjalanan dengan tarif ekonomis.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan keberadaan KA PSO menjadi bagian penting dalam menyediakan transportasi publik yang dapat dijangkau berbagai kelompok masyarakat.

“Layanan KA PSO memberikan pilihan perjalanan dengan tarif yang terjangkau sehingga masyarakat dari berbagai latar belakang dapat mengakses transportasi kereta api,” kata Anwar, Jumat (21/8/2026).

Dari tiga layanan kereta api bersubsidi yang beroperasi di wilayah Divre I Sumatera Utara, KA Putri Deli relasi Medan–Tanjungbalai PP menjadi penyumbang jumlah penumpang terbesar.

Sepanjang tujuh bulan pertama 2026, Putri Deli tercatat melayani 758.531 pelanggan, atau sekitar 67 persen dari keseluruhan pengguna KA PSO di Sumatera Utara.

Sementara itu, KA Siantar Ekspres relasi Medan–Pematangsiantar PP juga menunjukkan tren positif. Jumlah penggunanya mencapai 317.326 pelanggan pada Januari–Juli 2026.

Angka tersebut meningkat sekitar 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 299.412 pelanggan.

Pertumbuhan penumpang Siantar Ekspres menjadi indikasi bahwa kereta api masih menjadi alternatif transportasi yang diminati masyarakat untuk perjalanan antara Medan dan Pematangsiantar.

Menurut Anwar, tarif yang ekonomis memberikan manfaat langsung bagi masyarakat karena dapat membantu mengurangi beban pengeluaran perjalanan, terutama bagi warga yang melakukan mobilitas secara rutin.

“Dengan biaya transportasi yang lebih terjangkau, masyarakat memiliki ruang finansial yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan pokok lainnya,” ujarnya.

Tak hanya mengandalkan tarif murah, KAI juga menempatkan ketepatan waktu sebagai salah satu faktor penting dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan.

Sepanjang Januari hingga Juli 2026, tingkat ketepatan waktu keberangkatan kereta penumpang atau On-Time Performance (OTP) KAI Divre I Sumut mencapai 99,95 persen. Sementara ketepatan waktu kedatangan tercatat 99,26 persen.

Tingkat ketepatan waktu tersebut membuat perjalanan menggunakan kereta api lebih mudah diprediksi dibandingkan perjalanan melalui jalur darat yang berpotensi menghadapi kepadatan lalu lintas.

“Dengan tingkat ketepatan waktu yang sangat tinggi ini, para pelanggan tidak perlu menghadapi kemacetan jalan dan waktu perjalanan menjadi lebih terprediksi,” kata Anwar.

KAI Divre I Sumatera Utara memastikan pelayanan kereta api akan terus dikembangkan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan, keandalan perjalanan dan kenyamanan pelanggan.

Anwar menegaskan konektivitas transportasi tidak hanya berkaitan dengan perjalanan dari satu daerah ke daerah lainnya, tetapi juga membuka akses masyarakat terhadap aktivitas ekonomi, pendidikan, pekerjaan dan berbagai kegiatan sosial.

“Semakin mudah masyarakat bergerak, semakin terbuka pula akses terhadap berbagai aktivitas ekonomi dan sosial. Khusus untuk Sumatera Utara, konektivitas tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat keterhubungan antardaerah,” pungkasnya. (yoel)

Redaksi Media Indonesia Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *