Pelaksanaan TMMD ke-130 di Labusel Dipusatkan di Desa Aek Batu
Mediaindonesiaraya.co.id I Labusel, 24 September 2026 – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun 2026 di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) akan dipusatkan di Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama 30 hari, mulai 13 Oktober hingga 11 November 2026. Sejumlah pembangunan fisik dan program pemberdayaan masyarakat akan menjadi sasaran dalam pelaksanaan TMMD tersebut.
Pada sasaran fisik, program TMMD mencakup peningkatan badan jalan sepanjang 1.700 meter dengan lebar 5 meter. Selain itu, lima rumah tidak layak huni (RTLH) akan direhabilitasi, lima unit sumur bor dibangun, lima unit MCK diperbaiki serta dua tempat ibadah direhabilitasi.
Program tersebut juga menyasar sektor ketahanan pangan. Kodim 0209/Labuhanbatu menyiapkan penanaman jagung dan semangka pada lahan seluas 1,3 hektare.
Sementara program nonfisik meliputi penyuluhan bela negara dan wawasan kebangsaan, narkoba dan kamtibmas, hukum, kesehatan, stunting, keluarga berencana, pertanian hingga pemeliharaan lingkungan hidup.
Bupati Labuhanbatu Selatan Fery Sahputra Simatupang menyatakan Pemerintah Kabupaten Labusel siap bersinergi dengan TNI untuk mendukung pelaksanaan TMMD ke-130.
Menurut Fery, kolaborasi pemerintah daerah dan TNI diperlukan agar pembangunan yang dilakukan melalui program tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
“Pemkab Labusel akan mendukung penuh pelaksanaan TMMD ke-130 ini. Kita ingin sinergi antara pemerintah daerah dan TNI benar-benar memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Fery, Rabu (23/9)
Ia mengatakan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat harus dilakukan secara beriringan. Karena itu, program TMMD diharapkan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat aspek sosial, kesehatan, ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana program ini bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan membuka akses yang lebih baik, sehingga pembangunan benar-benar dirasakan sampai ke desa,” katanya.
Selain pelaksanaan TMMD, Kodim 0209/Labuhanbatu turut memaparkan perkembangan pembangunan jembatan di Labusel. Dari 26 unit jembatan yang telah dikerjakan Kodim 0209/Labuhanbatu, sebanyak 18 unit berada di wilayah Labusel.
Jembatan yang dibangun terdiri dari sejumlah jenis, termasuk jembatan gantung dan jembatan beton. Pembangunan tersebut ditujukan untuk memperkuat konektivitas masyarakat sekaligus membuka akses antardesa.
Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas perkembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Sejumlah desa di Labusel telah memasuki proses verifikasi dan validasi. Sementara desa atau kelurahan yang belum memiliki titik KDKMP masih membutuhkan dukungan pemerintah daerah terkait penyediaan lahan.
Kodim juga menyampaikan rencana pembangunan satuan TNI di Labusel. Rencana tersebut meliputi lahan untuk Brigif TP seluas 25 hektare dan Yonif TP seluas 53 hektare di kawasan Sisumut, Kotapinang.
Untuk kedua lokasi tersebut, status lahan masih dalam proses permohonan hibah karena berada di lahan HGU.
Dalam mendukung pelaksanaan TMMD, Pemkab Labusel juga diminta membantu kebutuhan upacara pembukaan dan penutupan serta mendukung perangkat daerah dalam sejumlah sasaran program, seperti RTLH, sumur bor, MCK dan rehabilitasi tempat ibadah.
Dukungan pemerintah daerah juga diperlukan dalam penyediaan lahan KDKMP serta rencana pembangunan Yon TP di Labusel.
Fery menegaskan Pemkab Labusel siap melakukan koordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk memenuhi kebutuhan program yang telah dipaparkan Kodim 0209/Labuhanbatu. (yoel)
