Gerindra Apresiasi Political Will Bobby Nasution Tangani Asap Karhutla di Sumut
Mediaindonesiaraya.co.id I Medan, 21 Oktober 2026 – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution dinilai menunjukkan komitmen nyata dalam menangani dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Sumut.
Sejumlah langkah taktis yang dilakukan, termasuk operasi modifikasi cuaca, mendapat apresiasi dari kalangan legislatif.
Anggota DPR RI, Sugiat Santoso, menilai langkah tersebut mencerminkan political will atau kemauan politik Bobby Nasution dalam mengambil keputusan dan menjalankan kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
“Ini adalah political will, yakni kemauan politik yang diwujudkan melalui komitmen, tekad, dan kesungguhan nyata Gubernur Sumut untuk mengambil keputusan, mengalokasikan anggaran, serta menjalankan kebijakan demi kepentingan masyarakat luas.
Dalam hal ini, melalui operasi modifikasi cuaca untuk menanggulangi asap dampak karhutla yang sampai ke Sumut,” kata Sugiat, Selasa (20/10/2026).
Politikus Partai Gerindra itu menilai, operasi modifikasi cuaca yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumut mampu memicu hujan di sejumlah kabupaten/kota.
Langkah tersebut dinilai membantu mengurangi dampak asap karhutla yang belakangan menyebabkan kualitas udara di sejumlah wilayah berada dalam kategori tidak sehat.
Menurut Sugiat, langkah yang diambil Bobby Nasution merupakan bentuk tindakan nyata pemerintah dalam merespons persoalan yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
“Memang Gubernur kita ini tipe pemimpin yang bersedia membuat keputusan yang tidak populer, asalkan berdampak baik untuk jangka panjang,” ujar Sekretaris DPD Partai Gerindra Sumut tersebut.
Ia menilai, komitmen dan keberanian mengambil keputusan menjadi faktor penting dalam penanganan persoalan lingkungan, terutama ketika dampaknya menyangkut kesehatan dan kenyamanan masyarakat.
Upaya penanganan asap karhutla melalui operasi modifikasi cuaca diharapkan dapat membantu memperbaiki kualitas udara sekaligus mengurangi risiko yang ditimbulkan bagi masyarakat Sumatera Utara. (yoel)
