Komisi XII DPR RI Soroti Limbah B3 di Pabrik PT Canang Indah Particle Board
Mediaindonesiaraya.co.id | Medan – Sabtu 14 Februari 2026 Komisi XII DPR RI melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT Canang Indah Industri, perusahaan pengolahan particle board, menyusul laporan masyarakat terkait dugaan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) ilegal serta pengelolaan limbah B3 berbahaya dan beracun.
Dalam sidak tersebut, Komisi XII DPR RI Ade Jona Prasetyo menegaskan bahwa kegiatan industri harus mematuhi aturan energi dan lingkungan, terlebih karena lokasi pabrik berada dekat dengan permukiman warga.

“Kami menerima laporan masyarakat dan hari ini turun langsung ke lapangan. Hasil awal menunjukkan adanya indikasi penggunaan BBM berbahan baku ilegal serta pengelolaan limbah B3 yang harus ditindaklanjuti secara serius,” tegas Ade Jona Prasetyo di lokasi, Kamis (12/2/2026).

Ia menambahkan, Komisi XII bersama mitra kerja akan melakukan pengawasan ketat dan menyerahkan hasil temuan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk dilakukan observasi serta evaluasi lebih lanjut.
Baca Juga : Bambang Haryadi Pastikan Pemulihan Listrik dan Pasokan BBM di Sumut Siap Jelang Ramadhan 2026
“Ini menyangkut keselamatan masyarakat khusunya nelayan dan kelestarian lingkungan. Kami tidak ingin aktivitas industri merugikan warga sekitar,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Haryadi, menyampaikan bahwa kunjungan kerja ini juga bertujuan memastikan kesiapan sektor energi di Sumatera Utara menjelang Ramadhan 2026.
“Kunjungan ini bersama PT PLN (Persero), Pertamina Patra Niaga, Dirjen Ketenagalistrikan, dan Dirjen Migas untuk memastikan pemulihan pascabencana berjalan baik,” ujar Bambang.
Berdasarkan hasil pemantauan, pemulihan listrik di Sumatera Utara telah mencapai 99,97 persen. Hanya tersisa dua desa di Kabupaten Tapanuli Utara yang masih mengalami gangguan akibat bencana susulan, namun tetap dalam pengawasan petugas PLN.
Selain itu, di Aceh dan Sumatera Barat, pemulihan pasokan listrik juga berjalan optimal. Pemerintah melalui Kementerian ESDM turut mendukung dengan penyaluran genset di wilayah sulit dijangkau.
Di sektor hilir, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut juga menyiapkan Satgas Ramadhan dan Idul Fitri 2026 dengan mengoperasikan ribuan SPBU, Pertashop, dan agen LPG guna menjamin kelancaran distribusi BBM.
Ade Jona Prasetyo menegaskan bahwa hasil sidak di PT Canang Indah Industri akan menjadi bahan evaluasi Komisi XII untuk menentukan langkah lanjutan, termasuk rekomendasi sanksi jika ditemukan pelanggaran.
“Kami akan kawal proses ini sampai tuntas. Kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya.Red
