Gema Sahur di Bawah Tenda Darurat: Air Mata dan Kerinduan Penyintas Tapsel yang Kehilangan Rumah
Mediaindonesiaraya.co.id | Tapsel – Kamis 19 Februari 2026 Penyintas bencana alam banjir bandang di Tapanuli Selatan menyantap sahur perdana mereka di bulan suci Ramadan 1447 H dari posko pengungsi dengan sanak saudara, Kamis (19/02/2026) dini hari.
Saat sahur, terlihat sejumlah penyintas bencana banjir bandang mendatangi dapur umum di Posko Bencana yang berada di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan (Tapsel).
Mereka membawa tempat makan secara mandiri untuk mengambil nasi dan juga lauk yang disediakan pengelola.
Selain memanfaatkan dapur umum, penyintas bencana yang berasal dari Desa Huta Godang dan Garoga, Kecamatan Batang Toru, juga ada yang memasak di tenda masing-masing.
Seorang penyintas, Marlan Hutauruk mengatakan, sahur kali ini sangat berbeda dengan santap sahur sebelum terjadi bencana.
Marlan mengatakan, bencana banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 membuat rumah tinggalnya rata dengan tanah, sehingga kini harus menjalani ibadah di bulan ramadan dari tempat pengungsian.
“Kalau dahulu lebih nyaman tentunya sebab kami berada di rumah sendiri, sekarang kondisi kami seperti ini,” katanya saat santap sahur bersama istri dan warga lainnya yang berada di pos pengungsian.
Sementara, Khoiruddin Simatupang, mengaku rindu dengan suasana ramadan dan santap sahur di rumah, karena di tenda darurat semua harus dengan apa adanya.
“Perdana seumur hidupku di pengungsian. Hampir tiga bulan setelah bencana kami tinggal di posko pengungsian Batu Hula,” ungkapnya.Red
