Rico Waas Pantau Progres Revitalisasi Puskesmas di Medan Helvetia
Mediaindonesiaraya.co.id I Medan,30 September 2026— Revitalisasi besar-besaran pusat kesehatan masyarakat atau puskesmas yang sedang berlangsung saat ini, kembali mendapat perhatian serius Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas.
Wali kota kali ini turun ke Puskesmas Cinta Damai Kecamatan Medan Helvetia, Selasa (29/9/2026). Ia meninjau kondisi puskesmas untuk memastikan penataan dan pembangunan berjalan sesuai perencanaan serta benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Puskesmas Medan Helvetia merupakan salah satu dari 28 puskesmas di Kota Medan yang mendapat rehabilitasi dan penataan. Dengan tingkat kunjungan mencapai sekitar 250 hingga 300 pasien per hari, pembenahan fasilitas dinilai mendesak agar pelayanan kesehatan berlangsung lebih efektif sekaligus memberikan kenyamanan bagi pasien dan tenaga medis.
“Ini salah satu puskesmas yang direnovasi skala besar dari 28 puskesmas tahun ini. Kita tata ulang supaya lebih nyaman dan ruangan-ruangannya bisa dimanfaatkan dengan lebih baik,” ujar Rico di sela-sela peninjauan.
Dalam peninjauan tersebut, Rico tidak hanya melihat kondisi fisik bangunan, tetapi juga mencermati fungsi setiap ruangan dan alur pelayanan. Ia ingin memastikan hasil revitalisasi nantinya tidak sekadar membuat bangunan terlihat lebih baik, melainkan mampu memperbaiki kualitas layanan dari saat pasien datang hingga mendapatkan pelayanan medis.
Menurut Rico, tingginya jumlah pasien yang datang setiap hari membuat kebutuhan terhadap ruang pelayanan yang lebih luas dan representatif menjadi bagian penting dalam perencanaan renovasi.
“Karena itu, Pemko Medan tidak hanya melakukan perbaikan fisik, tetapi juga menata kembali fungsi dan alur setiap ruangan agar pelayanan berjalan lebih efektif,” katanya didampingi Plt Kadis Kesehatan Surya Saputra, Kadis SDABMBK Khairul Azmi, Kadis Perkimcitaru Jhon Ester Lase, Kepala Puskesmas Medan Helvetia dr. Indra, serta camat dan lurah setempat.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah ruang poli umum. Rico melihat kebutuhan ruang yang lebih luas agar komunikasi dan koordinasi antartenaga medis dapat berlangsung lebih optimal.
“Kita cari solusinya bagaimana alur pelayanan ini benar-benar bisa dibenahi dengan baik,” tegasnya.
Begitu juga dengan fasilitas laboratorium. Ruang yang tersedia saat ini dinilai belum sebanding dengan tingginya jumlah kunjungan pasien. Melalui revitalisasi, kapasitas dan tata ruang laboratorium akan ditingkatkan agar mampu menunjang kebutuhan pelayanan. Tak hanya ruang medis, kenyamanan pasien juga menjadi bagian dari penataan.
Rico menyoroti kondisi ruang tunggu yang sebelumnya masih banyak memanfaatkan area selasar. Ke depan, ruang tunggu akan ditata lebih representatif dengan fasilitas yang lebih nyaman, termasuk ruang ramah anak dan lobi.
“Ruang tunggunya sebelumnya di selasar. Sekarang kita buatkan ruangan yang lebih nyaman, ada ruang ramah anak dan lobi. Kita rapikan supaya wajah Puskesmas semakin enak dipandang dan masyarakat juga semakin nyaman,” ujarnya.
Rico menegaskan, revitalisasi 28 puskesmas di Medan bukan semata proyek mempercantik bangunan. Penataan harus berorientasi pada kebutuhan pelayanan masyarakat dan memastikan setiap ruang memiliki fungsi yang mendukung pelayanan kesehatan.
“Ini yang kita targetkan secara keseluruhan. Akhir tahun ini sudah selesai semuanya, baik yang dibangun baru maupun yang direhabilitasi,” tegasnya.
Dalam peninjauan itu, Rico juga mencermati keterbatasan lahan parkir di Puskesmas Medan Helvetia. Kondisi lahan yang terbatas menjadi salah satu tantangan yang harus dicarikan solusi dalam desain penataan kawasan.
Pemko Medan, kata Rico, akan mengoptimalkan lahan yang tersedia, termasuk bagian belakang bangunan, sehingga parkir dapat ditata lebih baik tanpa mengganggu akses keluar-masuk pasien.
“Lahan kita memang tidak terlalu besar. Kita manfaatkan yang ada di belakang, tetapi ruang parkirnya akan kita tata lebih baik sehingga alur masuk pasien tetap nyaman,” katanya.
Area tersebut diupayakan dapat menampung sekitar 50 hingga 60 kendaraan. Selain penataan fisik, Pemko Medan juga mengkaji pengembangan pelayanan puskesmas selama 24 jam.
“Untuk yang dibangun baru, kita arahkan 24 jam. Yang ini juga kita rencanakan demikian,” pungkas Rico.
Amatan di lapangan, para pekerja tampak sedang melakukan pembangunan puskesmas. Bangunan yang ada terlihat sudah dihancurkan sebagian, untuk ditata ulang kembali. Warga sekitar pun tampak senang dengan kehadiran langsung wali kota untuk memantau progres pembangunan yang tengah dilakukan. Mereka bersyukur kalau pelayanan sektor kesehatan di wilayahnya mendapat perhatian serius dari wali kota. (yoel)
