Presiden Prabowo Tegaskan Keberanian Hadapi Tantangan demi Lindungi Kekayaan Bangsa
Mediaindonesiaraya.co.id | JAKARTA, 22 Oktober 2026 — Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya keberanian dan ketegasan pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan demi melindungi kepentingan nasional. Menurut Presiden, mandat rakyat merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan bangsa, termasuk menjaga kekayaan negara dari berbagai praktik yang merugikan.
Penegasan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam pengantarnya pada Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10/2026), dalam rangka dua tahun pertama pemerintahan.
“Kita menerima mandat dari rakyat dalam situasi dan waktu yang memaksa kita untuk menghadapi tantangan-tantangan dan kesulitan-kesulitan dengan berani. Kita tidak bisa lagi menghadapinya dengan terlalu naif atau terlalu berusaha untuk menyenangkan orang lain. Kita dipaksa sekarang untuk memilih menghadapi kesulitan, menghadapi kenyataan yang intinya adalah menyelamatkan kekayaan bangsa dan rakyat Indonesia,” ujar Prabowo.
Presiden menekankan bahwa seluruh jajaran Kabinet Merah Putih harus memahami besarnya tanggung jawab yang menyertai amanah pemerintahan. Pengabdian kepada negara, menurutnya, menuntut kesediaan untuk bekerja keras dan berkorban demi kepentingan rakyat.
“Saudara-saudara bergabung di sini adalah panggilan sejarah, saudara terpanggil untuk berbakti kepada negara dan bangsa, dan rakyat Indonesia. Saudara-saudara sudah mengerti dan sudah paham bahwa mengabdi di bidang pemerintahan adalah sesungguhnya pengorbanan,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran kabinet yang telah bekerja bersama selama dua tahun pemerintahan. Ia mengaku bangga atas berbagai hasil kerja yang telah dicapai selama periode tersebut.
“Saya sekarang bangga menjadi pemimpinmu. Saya bangga menjadi presidenmu. Saya bangga telah memimpin pemerintah ini, karena dalam dua tahun kita telah bekerja dengan hasil yang nyata,” lanjutnya.
Tantangan Global dan Persaingan Kekuatan Besar
Presiden Prabowo turut menyoroti situasi global yang semakin kompleks, mulai dari krisis internasional dan konflik geopolitik hingga persaingan ekonomi di antara negara-negara berkekuatan besar.
Menurutnya, perkembangan tersebut tidak dapat dipisahkan dari kondisi Indonesia. Integrasi global yang semakin erat membuat negara-negara saling bergantung, sehingga dinamika internasional berpotensi memberikan dampak langsung maupun tidak langsung terhadap kepentingan nasional.
“Kita berada dalam kondisi global yang ditandai oleh persaingan hegemoni dunia antara kekuatan-kekuatan besar. Kondisi global ini mau tidak mau akan mempengaruhi semua negara, karena dunia kita sudah saking terintegrasinya, kita saling bergantung satu sama lain,” katanya.
Dalam menghadapi situasi tersebut, Indonesia perlu memperkuat ketahanan nasional dan memastikan setiap kebijakan pemerintah tetap berpijak pada kepentingan bangsa serta kesejahteraan rakyat.
Tantangan Alam sekaligus Kekuatan Nasional
Selain menghadapi dinamika geopolitik, Indonesia juga harus memperhitungkan dampak perubahan iklim dan potensi bencana alam. Letak geografis Indonesia di kawasan cincin api atau Ring of Fire membuat negara ini memiliki kerawanan terhadap berbagai aktivitas geologi.
Namun, Presiden mengingatkan bahwa kondisi geografis tersebut juga memberikan keuntungan strategis berupa tanah yang subur dan kekayaan mineral bernilai tinggi.
“Walaupun kita berada di lingkaran api, lingkaran api ini juga menghasilkan tanah yang relatif subur, kemudian mineral-mineral yang sangat berharga. Inilah yang juga merupakan kekuatan nasional kita,” ujarnya.
Kekayaan alam tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk memperkuat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pengelolaannya perlu dilakukan secara optimal agar manfaatnya dapat dirasakan oleh bangsa dan generasi mendatang.
Memasuki tahun ketiga pemerintahan, keberanian dalam mengambil keputusan, ketegasan melindungi kepentingan nasional, serta soliditas antarkementerian menjadi faktor penting untuk menghadapi ketidakpastian global.
Presiden Prabowo menempatkan pengabdian dan tanggung jawab bersama sebagai landasan bagi keberlanjutan kerja pemerintah. Dengan mengoptimalkan potensi nasional dan menjaga persatuan, Indonesia diharapkan mampu tumbuh menjadi negara yang semakin mandiri, tangguh, dan sejahtera. (*)
