Prabowo Bahas Rekomendasi DEN, Antisipasi Risiko Global dan Perkuat Ekonomi Nasional

Prabowo Bahas Rekomendasi DEN, Antisipasi Risiko Global dan Perkuat Ekonomi Nasional
SHARE

Mediaindonesiaraya.co.id | JAKARTA, 20 Oktober 2026 — Presiden Prabowo Subianto menerima Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan beserta jajaran DEN dan sejumlah menteri terkait di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (20/10/2026). Pertemuan tersebut membahas perkembangan ekonomi terkini, rekomendasi kebijakan, serta langkah antisipasi terhadap berbagai risiko global yang berpotensi memengaruhi perekonomian Indonesia.

Usai pertemuan, Luhut menjelaskan bahwa DEN menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada Presiden berdasarkan perkembangan ekonomi dunia dan berbagai persoalan yang telah diidentifikasi. Dinamika global dinilai memiliki dampak terhadap kondisi ekonomi nasional sehingga perlu diantisipasi melalui kebijakan yang tepat.

“Ada beberapa rekomendasi dari Dewan Ekonomi Nasional kepada Presiden mengikuti perkembangan dunia saat ini yang dampaknya tentu suka-tidak suka pada ekonomi Indonesia juga banyak,” ujar Luhut.

Ia menjelaskan, rekomendasi yang disampaikan tidak hanya memuat identifikasi persoalan, tetapi juga berbagai alternatif solusi. Pembahasan turut melibatkan Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian untuk mengonfirmasi serta menyelaraskan data yang menjadi dasar pengambilan keputusan.

“Tadi satu per satu kami jelaskan karena ada Menteri Keuangan, ada Gubernur BI, ada Menko Perekonomian, jadi tadi sekaligus juga kita merekonfirmasi data-data yang ada,” ungkapnya.

Menurut Luhut, Presiden Prabowo memberikan perhatian terhadap data ekonomi yang dipaparkan, termasuk berbagai risiko yang berpotensi muncul ke depan. Salah satu isu yang menjadi perhatian ialah kemungkinan dampak fenomena iklim El Niño dan La Niña terhadap kondisi nasional.

DEN, lanjutnya, turut menyampaikan langkah-langkah untuk mengantisipasi berbagai risiko tersebut. Dengan perencanaan dan penanganan yang tepat, sejumlah tantangan dinilai masih dapat dikelola.

“Saya senang sekali Bapak Presiden tadi sangat memberikan perhatian dengan data-data ekonomi yang kami berikan. Memang berbagai masalah timbul, dan mungkin timbul, misalnya menyangkut El Niño, La Niña ke depan ini. Namun, semua itu kami juga berikan solusi dan menurut kami manageable juga,” katanya.

Luhut menegaskan bahwa penggunaan data yang akurat dan kajian yang komprehensif menjadi elemen penting dalam mendukung proses pengambilan keputusan pemerintah. Karena itu, DEN menyampaikan sejumlah isu strategis yang berkaitan langsung dengan kondisi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Isu tersebut meliputi perkembangan program perlindungan sosial, ketahanan pangan, hilirisasi industri, harga dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), hingga perkembangan pasar modal.

“Jadi dengan data-data yang lengkap ini proses pengambilan keputusan kita harapkan basisnya data dan studi,” ucap Luhut.

Selain menyampaikan rekomendasi, DEN berencana meningkatkan intensitas penyampaian laporan dan pembaruan data kepada Presiden. Langkah ini diharapkan dapat membantu pemerintah merespons perubahan kondisi ekonomi global secara lebih cepat, terukur, dan tepat sasaran.

Luhut menilai, ketersediaan informasi terkini sangat penting agar Presiden dan jajaran pemerintah memiliki gambaran yang komprehensif dalam menentukan arah kebijakan ekonomi nasional.

“Kiranya kami akan lebih intensif memberikan data-data briefing kepada Presiden sehingga dengan begitu dalam keadaan global ekonomi dunia ini sekarang Presiden ter-upgrade dengan data-data yang update betul,” tandasnya.

Melalui penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga serta pemanfaatan data dan kajian, pemerintah diharapkan dapat meningkatkan kesiapan menghadapi ketidakpastian global sekaligus menjaga stabilitas dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional. (*)

Redaksi Media Indonesia Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *