Permedsu Pastikan Berkolaborasi dengan BNNP Sumut Sukseskan Program Ananda Bersinar

Permedsu Pastikan Berkolaborasi dengan BNNP Sumut Sukseskan Program Ananda Bersinar
SHARE

Mediaindonesiaraya.co.id | Medan,Selasa 9 Juni 2026 — Persatuan Mediagram Sumatera Utara (Permedsu) memastikan siap berkolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara (BNNP Sumut) dalam menyukseskan program Ananda Bersinar sebagai upaya edukasi dan pencegahan narkoba di kalangan generasi muda.

Program Ananda Bersinar merupakan inisiatif dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia yang berfokus pada gerakan edukasi dan pencegahan penyalahgunaan narkoba bagi anak dan remaja. Nama tersebut merupakan singkatan dari Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih.

Kepala BNNP Sumatera Utara, Brigjen Pol Tatar Nugroho S.I.K, S.H, M.H. menyampaikan, BNN RI menghadirkan program Ananda Bersinar dengan berbagai kegiatan pembinaan generasi muda. Salah satunya melalui pembentukan Saka Anti Narkoba dan komunitas pelajar Sobat Ananda Bersinar di sekolah-sekolah.

“Kita berharap mereka menjadi agent of change di lingkungan masing-masing. Banyak pengguna narkoba itu awalnya karena pengaruh teman,” ungkapnya.

Ketua Permedsu, Ahmad Sanusi Lubis mengatakan, Permedsu siap menyukseskan program Ananda Bersinar. Ia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam memberantas peredaran narkoba.

“Pastinya kita mendukung dan siap berkolaborasi. Apalagi dalam Pasal 105 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika mengatur bahwa masyarakat memiliki hak dan tanggung jawab, dalam upaya pencegahan serta pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika,”ujar Ahmad.

Brigjen Pol Tatar Nugroho S.I.K, S.H, M.H. juga menjelaskan, bahwa Sumatera Utara menjadi salah satu wilayah paling strategis dalam peredaran narkotika nasional maupun internasional. Maka dari itu, semua stakeholder harus bahu membahu, ikut serta memberantas peredaran narkoba.

Menurutnya, posisi geografis Sumut membuat daerah ini sangat rentan menjadi jalur masuk narkoba. Di wilayah barat, jalur laut terbuka langsung menuju Samudera Hindia yang memungkinkan masuknya jaringan internasional dari Timur Tengah, India hingga Myanmar. Sementara di wilayah timur seperti Langkat, Sergai, Belawan, Asahan dan Tanjung Balai yang berada di kawasan Selat Malaka menjadi daerah rawan masuknya sabu-sabu dan berbagai jenis narkotika dari Malaysia.

Ia juga menyoroti tingginya dinamika peredaran narkoba di Sumut yang membuat provinsi ini masih berada di peringkat atas secara nasional dalam kasus penyalahgunaan narkotika.

BNNP Sumut juga mencatat adanya pergeseran usia pengguna narkoba. Jika sebelumnya pengguna didominasi usia 25 hingga 50 tahun, kini kelompok usia 15 hingga 25 tahun menjadi yang paling banyak terpapar.

Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Permedsu, diharapkan gerakan edukasi anti narkoba dapat semakin masif dan mampu menyentuh generasi muda hingga ke lingkungan sekolah dan komunitas masyarakat. Red

Redaksi MIRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *