Konflik Kartel Meksiko Memanas, Indonesia Diminta Waspada Pergeseran Jalur Narkoba
Mediaindonesiaraya.co.id | Jakarta -Rabu 25 Februari 2026 Kematian gembong narkoba asal Meksiko, Nemesio Rubén Oseguera Cervantes alias El Mencho, dalam operasi militer pada Minggu (22/2/2026) memicu eskalasi kekerasan di sejumlah wilayah Meksiko. Peristiwa tersebut tidak hanya mengguncang keamanan domestik negara itu, tetapi juga berpotensi memengaruhi peredaran narkotika secara global, termasuk ke Indonesia.
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen Suyudi, menilai konflik internal kartel di Meksiko dapat berdampak pada rantai distribusi narkoba internasional. Menurutnya, dinamika di negara produsen dan transit seperti Meksiko akan selalu berimbas pada negara tujuan pasar, termasuk Indonesia.
“Konflik kartel di Meksiko sedikit banyak berpengaruh terhadap rantai pasok narkotika ke Indonesia,” ujar Suyudi, Selasa (24/2/2026).
Meski demikian, ia menegaskan para bandar tidak akan tinggal diam. Mereka diperkirakan akan mencari jalur alternatif yang lebih aman dan ekonomis untuk mempertahankan suplai ke pasar Indonesia.
BNN mengidentifikasi sejumlah kawasan yang kerap menjadi pusat produksi dan distribusi narkotika dunia, seperti Golden Triangle, Golden Crescent, serta Golden Peacock. Jaringan-jaringan ini disebut kerap memanfaatkan berbagai modus penyelundupan, khususnya melalui jalur laut yang dinilai rawan.
BNN, lanjut Suyudi, terus memperkuat pengawasan dan membongkar sindikat lintas negara yang mencoba memanfaatkan situasi konflik global demi memperluas pasar.
Berdasarkan laporan Reuters, tewasnya El Mencho memicu bentrokan besar di sejumlah negara bagian, terutama di wilayah Jalisco. Menteri Keamanan Meksiko, Omar García Harfuch, menyebut sedikitnya 30 anggota kartel tewas dan 70 orang ditangkap dalam operasi tersebut. Namun, aksi balasan dari kelompok bersenjata juga menelan korban di pihak aparat, dengan 25 anggota Garda Nasional dilaporkan gugur.
Serangan lanjutan disebut dipimpin oleh tangan kanan Oseguera yang dikenal dengan julukan “El Tuli”, yang juga dilaporkan tewas dalam bentrokan.
Pemerintah Meksiko kini meningkatkan pengawasan terhadap tokoh-tokoh kunci organisasi kriminal guna mencegah konflik meluas. Situasi ini diperkirakan masih akan memicu ketidakstabilan dalam waktu dekat, sekaligus memengaruhi peta peredaran narkotika internasional.Red
