Serapan Pupuk Bersubsidi Tembus 70 Persen, Simalungun Dapat Tambahan 2.331 Ton

Serapan Pupuk Bersubsidi Tembus 70 Persen, Simalungun Dapat Tambahan 2.331 Ton
SHARE

Mediaindonesiaraya.co.id I Simalungun, 23 Oktober 2026– Penyaluran pupuk bersubsidi jenis urea dan NPK phonska di Kabupaten Simalungun telah mencapai sekitar 70 persen hingga Agustus 2026. Tingginya realisasi penyaluran tersebut mendorong pemerintah daerah mengajukan tambahan alokasi sebanyak 2.331 ton untuk memenuhi kebutuhan petani.

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Simalungun, Meri Farida Damanik, mengatakan tambahan alokasi tersebut diajukan pada September 2026 karena kebutuhan pupuk petani masih tinggi.

Setelah pengajuan, pemerintah menyetujui tambahan 1.531 ton pupuk urea dan 800 ton NPK phonska. Sementara itu, alokasi pupuk organik tidak mengalami perubahan.

Meri menjelaskan, jumlah tambahan urea yang disetujui bahkan lebih banyak 575 ton dibandingkan permintaan Dinas Pertanian. Sebaliknya, usulan tambahan NPK phonska sebanyak 2.029 ton, tapi hanya disetujui 800 ton.

“Usulan penambahan yang disetujui lebih banyak urea, yakni 956 ton. Sedangkan phonska yang kami minta 2.029 ton, tapi disetujui hanya 800 ton,” kata Meri, Jumat (23/10/2026).

Dengan penambahan tersebut, alokasi pupuk urea di Simalungun meningkat dari 24.137 ton menjadi 25.668 ton. Sementara NPK phonska bertambah dari 28.829 ton menjadi 29.629 ton. Adapun alokasi pupuk organik tetap sebanyak 1.938 ton.

Menurut Meri, pengajuan tambahan alokasi dilakukan melalui pemerintah provinsi untuk diteruskan ke kementerian. Dinas Pertanian juga telah menyampaikan kebutuhan tersebut kepada pihak terkait, termasuk PT Pupuk Indonesia.

Tingginya kebutuhan pupuk terlihat dari realisasi penyaluran hingga Agustus 2026. Penyaluran Urea telah mencapai 70 persen dari alokasi awal, sedangkan NPK phonska mencapai 70,15 persen.

Berbeda dengan kedua jenis pupuk tersebut, penyaluran pupuk organik masih relatif rendah, yakni baru mencapai 27,34 persen.

“Iya, karena kebutuhan pupuk masih tinggi, jadi kita minta tambahan pada September. Sebelumnya kita sudah sampaikan juga kepada Pupuk Indonesia,” ujar Meri. (yoel)

Redaksi Media Indonesia Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *