Pemkab Deli Serdang Rencanakan Relokasi 11 Rumah di Galang yang Hanyut Akibat Luapan Sungai Ular

Pemkab Deli Serdang Rencanakan Relokasi 11 Rumah di Galang yang Hanyut Akibat Luapan Sungai Ular
SHARE

Mediaindonesiaraya.co.id I Deli Serdang, 31 Oktober 2026 – Pemerintah Kabupaten Deli Serdang tengah mengkaji rencana relokasi dan bantuan pembangunan rumah bagi warga masyarakat Desa Bandar Kuala, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, yang kehilangan tempat tinggal setelah 11 rumah hanyut akibat luapan Sungai Ular.

Rencana tersebut dibahas Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan, dalam Rapat Koordinasi Lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Berdasarkan laporan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Deli Serdang, Mukti Ali, bencana banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah pada 27–29 Oktober 2026 yang berdampak pada 18.940 jiwa dan 5.367 rumah di 15 Desa. Khusus di Desa Bandar Kuala, longsor yang dipicu luapan Sungai Ular berdampak pada hanyutnya 11 rumah.

Selain di Kecamatan Galang, banjir juga melanda sejumlah wilayah, terutama Kecamatan Hamparan Perak dan Kecamatan Tanjung Morawa. Di Kecamatan Hamparan Perak, sebanyak 2.011 rumah dengan 9.043 jiwa terdampak, sedangkan di Kecamatan Tanjung Morawa tercatat 1.653 rumah dengan 6.602 jiwa terdampak.

Sementara itu, longsor juga terjadi di Kecamatan Biru-Biru, Kecamatan Namorambe, Kecamatan Gunung Meriah, dan Kecamatan STM Hulu.

Bupati menginstruksikan BPBD bersama para Camat, Pemerintah Desa, dan Jajaran terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta mempercepat penanganan di wilayah terdampak. Pembersihan material longsor dilakukan melalui gotong royong dan dukungan alat berat.

“Kami sedang mengkaji rencana relokasi dan bantuan pembangunan rumah bagi warga yang rumahnya hanyut. Keselamatan warga masyarakat menjadi pertimbangan utama dalam menentukan langkah penanganan,” ujar Bupati.

Bupati juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan, terutama akibat hujan deras dan banjir kiriman dari kawasan pegunungan.

“Saya meminta BPBD, Camat, dan Pemerintah Desa tetap siaga serta memperkuat koordinasi. Masyarakat juga tetap waspada terhadap potensi hujan deras dan banjir kiriman, meskipun air di sejumlah wilayah telah surut,” tegas Bupati.

Pemantauan kondisi lapangan dan kesiapsiagaan jajaran terkait terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan bencana susulan.(yoel)

Redaksi Media Indonesia Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *