Jaga Pasokan dan Harga Jelang Nataru, Simalungun Tanam Cabai Serentak

Jaga Pasokan dan Harga Jelang Nataru, Simalungun Tanam Cabai Serentak
SHARE

Mediaindonesiaraya.co.id I Simalungun, 22 Oktober 2025 – Kabupaten Simalungun memiliki lahan cabai merah seluas 141,5 hektare hingga September 2026. Pemerintah daerah mulai menggerakkan penanaman cabai serentak untuk menjaga pasokan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Penanaman perdana dilakukan di lahan UPT Balai Pelaksana Penyuluh Pertanian (BPP) Purba bersama Kelompok Tani Cempaka di Nagori Hinalang, Kecamatan Purba, Rabu (21/10/2026).

Kepala Dinas Pertanian Simalungun, Jenri Saragih, mengatakan kegiatan itu menindaklanjuti surat edaran Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara. Penanaman cabai diharapkan menambah produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar di Simalungun dan daerah lain di Sumatera Utara.

“Kegiatan kita laksanakan di Kecamatan Purba bersama Kelompok Tani Cempaka, Nagori Hinalang, untuk memenuhi kebutuhan cabai di Kabupaten Simalungun dan juga Provinsi Sumatera Utara,” kata Jenri.

Menurutnya, Purba dipilih karena merupakan salah satu sentra cabai merah di Simalungun. Daerah yang berada pada ketinggian sekitar 1.000 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut itu dinilai cocok untuk budi daya cabai.

Penanaman perdana dipimpin Jenri mewakili Bupati Simalungun. Kegiatan serupa direncanakan berlanjut di sejumlah kecamatan dengan melibatkan kelompok tani.

Gerakan ini merupakan bagian dari program penanaman cabai serentak se-Sumatera Utara yang dipimpin Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Timur Tumanggor, melalui pertemuan daring bersama pemerintah kabupaten dan kota.

Di tengah rencana penambahan produksi itu, Ani, seorang warga, berharap langkah pemerintah bisa membantu menjaga harga cabai, terutama menjelang akhir tahun ketika kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat.

“Baguslah kalau pemerintah turun tangan. Harga cabai sekarang masih lumayan juga, apalagi sudah mau akhir tahun,” kata Ani, Kamis (22/10/2026).

Sementara itu, Evan, petani cabai di Simalungun, berharap pemerintah juga memperhatikan biaya yang harus dikeluarkan petani. Menurutnya, menanam cabai membutuhkan modal besar, sedangkan cuaca hujan belakangan ini menambah kekhawatiran petani terhadap tanaman mereka.

“Petani juga dibantulah, biaya untuk cabai ini besar, belum lagi musim yang cenderung hujan, kasihlah kami bantuan juga. Harga pasar juga harus dipikirkan, dijaga, karena modalnya besar,” kata Evan, Kamis siang.

Ia berharap bantuan tidak hanya diberikan saat penanaman, tetapi juga bisa dirasakan petani selama merawat tanaman hingga panen.

Dalam sambutan Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, yang dibacakan Timur Tumanggor, pemerintah daerah juga didorong memanfaatkan lahan yang tersedia untuk kegiatan produktif, termasuk pekarangan rumah, perkantoran, dan lingkungan sekolah. (yoel)

Redaksi Media Indonesia Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *