Bunda Yin Resmi Pimpin DPD LKBI Sumut 2026–2031, Siap Perkuat Toleransi dan Kerukunan Antarumat Beragama
Mediaindonesiaraya.co.id | Medan Jumat 10 Juli 2026 – Meriyawaty Amelia Prasetio yang akrab disapa Bunda Yin resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Keagamaan Buddha Indonesia (LKBI) Provinsi Sumatera Utara Masa Bakti 2026–2031. Pelantikan yang berlangsung di Regale Palace Restaurant, Jalan H. Adam Malik, Medan, Kamis (9/7/2026), menjadi momentum penting dalam memperkuat semangat persatuan, toleransi, dan kerukunan antarumat beragama di Sumatera Utara.
Dalam kepengurusan yang baru, Bunda Yin akan didampingi oleh Jopi sebagai Sekretaris dan Erianto sebagai Bendahara. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dengan dihadiri berbagai tokoh pemerintahan, tokoh agama, serta pimpinan organisasi keagamaan Buddha di Sumatera Utara.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Budi, S.E., Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara Sukasdi, S.E., M.A., Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Keagamaan Buddha Indonesia Rudy Sumanto, S.E., M.Pd., serta Ketua DPD WALUBI Provinsi Sumatera Utara Dr. Brilian Moktar, S.E., M.M., M.H., didampingi Sekretaris Ir. Albert Masli, M.M., M.Pd., dan Bendahara Pdt. Solihin Chandra.
Dalam sambutannya, Bunda Yin menegaskan bahwa jabatan Ketua DPD LKBI Sumatera Utara merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta dedikasi untuk kemajuan organisasi dan masyarakat.
“Menjadi Ketua DPD LKBI Sumatera Utara adalah amanah yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Saya berharap kepengurusan yang baru dapat menjadi wadah yang semakin memperkuat persaudaraan, menjaga nilai-nilai toleransi, serta bersinergi dengan pemerintah dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, dan saling menghormati di Sumatera Utara,” ujar Bunda Yin.
Ia juga mengajak seluruh jajaran pengurus untuk bekerja secara kompak, membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat, serta menghadirkan berbagai program yang bermanfaat bagi umat dan masyarakat luas.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus DPD LKBI Sumatera Utara yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan periode 2026–2031 mampu menjalankan amanah dengan baik dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Selamat atas pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Keagamaan Buddha Indonesia Sumatera Utara Masa Bakti 2026–2031. Semoga amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan organisasi, umat, dan masyarakat,” ucap Zakiyuddin.
Menurutnya, organisasi keagamaan memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan bangsa melalui penguatan nilai-nilai toleransi, kebersamaan, dan saling menghormati di tengah keberagaman yang dimiliki Sumatera Utara.
Pelantikan tersebut juga dihadiri para pimpinan majelis dan organisasi keagamaan Buddha, di antaranya Pdt. Solihin Chandra dari Majelis Agama Buddha Mahayana Tanah Suci, Harry atau Goh Sing Guan dari Majelis Agama Buddha Guang Ji Indonesia, Oemar Witaryo dari Majelis Umat Buddha Mahayana Indonesia, Paimin dari Majelis Agama Buddha Tantrayana Zhen Fo Zong Kasogatan Indonesia, Rudy Setiawan dari Majelis Agama Buddha Tantrayana Satya Buddha Indonesia, Hendry dari Parisadha Buddha Dharma Nichiren Shoshu Indonesia, Sailesh dari Majelis Umat Buddha Theravada Indonesia, Romo Awi dari Majelis Agama Buddha Mahanikaya Indonesia, Eddy Martino dari Majelis Rohaniawan Tridharma Seluruh Indonesia, serta Ferry Hartono dari Majelis Mahayana Buddhis Indonesia.
Kehadiran para tokoh lintas majelis tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dan sinergi dalam memperkuat kehidupan beragama yang rukun, harmonis, serta mendukung pembangunan daerah yang inklusif di Provinsi Sumatera Utara.
Dengan kepengurusan yang baru, DPD LKBI Sumatera Utara diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kehidupan keagamaan yang moderat, mempererat persaudaraan antarumat beragama, serta menghadirkan berbagai program sosial dan kemasyarakatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sumatera Utara.Red
