Bursa Ketua PWI Sumut 2026-2031 Menghangat, Tiga Nama Mulai Mencuat

Bursa Ketua PWI Sumut 2026-2031 Menghangat, Tiga Nama Mulai Mencuat
SHARE

MediaIndonesiaRaya.co.id | MEDAN, 12 September 2026 — Persaingan menuju Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara periode 2026-2031 mulai menghangat. Sejumlah nama mulai mencuat dalam bursa bakal calon Ketua PWI Sumut, seiring semakin intensifnya komunikasi menjelang pelaksanaan konferensi.

Dari dinamika yang berkembang, tiga nama yang mendapat perhatian adalah Ketua PWI Sumut periode 2021-2026 Farianda Putra Sinik, Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumut Rianto SH MH alias Anto Genk, serta Pemimpin Redaksi Harian Waspada dan Waspada Online Austin Tumengkol.

Selain ketiganya, sejumlah nama lain juga disebut berpotensi masuk dalam kontestasi. Namun, seluruh nama tersebut masih berada pada tahap bakal calon karena proses pencalonan dan verifikasi persyaratan organisasi belum selesai.

PWI Sumut sebelumnya telah membentuk kepanitiaan konferensi. Tahapan tersebut diarahkan untuk berjalan sesuai aturan organisasi, mengedepankan demokrasi serta menjaga persaudaraan di antara anggota.

Farianda: Rivalitas Jangan Putuskan Persahabatan

Dinamika bursa Ketua PWI Sumut semakin menarik ketika Farianda Putra Sinik hadir dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) JMSI Sumatera Utara di Pantai Romantis, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai.

Kehadiran Farianda menjadi perhatian karena Rianto SH MH yang memimpin JMSI Sumut juga disebut sebagai salah satu figur yang berpotensi menjadi pesaingnya dalam konferensi mendatang.

Dalam forum tersebut, Farianda menegaskan bahwa perbedaan pilihan dalam organisasi merupakan hal yang biasa. Menurutnya, kontestasi seharusnya menjadi momentum untuk menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi, bukan ruang untuk memutus hubungan antarsesama insan pers.

Ia bahkan menyatakan siap bersaing dengan Rianto secara sehat apabila keduanya sama-sama memenuhi persyaratan pencalonan.

“Walaupun nanti kami mungkin akan bertarung di Konferensi PWI Sumut, hubungan persahabatan tetap harus dijaga. Kita siap bersaing secara sehat,” ujar Farianda.

Pernyataan tersebut mendapat sambutan peserta Rakerda JMSI Sumut.

Farianda juga mengingatkan agar konferensi tidak berubah menjadi arena saling menyerang. Ia meminta kandidat maupun pendukung masing-masing menjaga etika dan menghindari fitnah, intimidasi serta perundungan.

“Jangan ada yang disakiti, jangan fitnah, apalagi bullying. Mari kita ciptakan konferensi yang benar-benar demokratis, jujur, terbuka dan bermartabat,” tegasnya.

Menurut Farianda, setiap anggota PWI yang memenuhi persyaratan memiliki hak yang sama untuk mencalonkan diri.

Pesan serupa juga sebelumnya disampaikan Farianda ketika PWI Sumut membentuk kepanitiaan konferensi. Ia meminta pesta demokrasi organisasi tersebut tidak menjadi sumber perpecahan di kalangan anggota.

Rianto Masuk Bursa, Adu Gagasan Secara Sehat

Sementara itu, Rianto SH MH atau Anto Genk juga telah menyatakan kesiapan mengikuti kontestasi Ketua PWI Sumut periode 2026-2031.

Rianto saat ini dikenal sebagai Ketua JMSI Sumatera Utara periode 2025-2030. Ia selama ini aktif membangun komunikasi lintas organisasi pers serta mendorong penguatan perusahaan media dan profesionalisme jurnalistik di Sumatera Utara.

Masuknya Rianto dalam bursa membuat persaingan semakin dinamis. Pengalamannya dalam organisasi pers dan jaringan komunikasi dengan perusahaan media serta insan pers menjadi modal tersendiri dalam kontestasi.

Namun, Rianto menegaskan bahwa persaingan tidak boleh menghilangkan persaudaraan.

“Kontestasi adalah bagian dari dinamika organisasi. Yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga kebersamaan, sportivitas serta persaudaraan di antara seluruh insan pers Sumatera Utara,” ujar Rianto.

Ia berharap siapa pun yang nantinya memperoleh mandat memimpin PWI Sumut mampu menjaga soliditas organisasi dan menjadikan PWI sebagai rumah bersama bagi wartawan.

Austin Tumengkol Resmi Nyatakan Maju

Peta persaingan kemudian semakin menarik setelah Austin Tumengkol menyatakan diri maju sebagai bakal calon Ketua PWI Sumut periode 2026-2031.

Pemimpin Redaksi Harian Waspada dan Waspada Online itu menyampaikan deklarasi pencalonannya di hadapan keluarga besar Waspada Group di Gedung Bumi Warta Waspada, Medan, Senin, 7 September 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Austin meminta dukungan jajaran pimpinan, redaksi dan keluarga besar Waspada Group untuk mengikuti proses pencalonan Ketua PWI Sumut.

Austin mengatakan keputusannya maju bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi, melainkan bagian dari upaya memberikan kontribusi terhadap masa depan organisasi profesi wartawan di Sumatera Utara.

“Saya memohon dukungan dari seluruh keluarga besar Waspada Group. Dukungan ini sangat berarti bagi saya dalam mengikuti proses pencalonan sebagai Ketua PWI Sumut nanti,” ujar Austin.

Dalam alasannya maju, Austin menyoroti perubahan besar dalam industri media. Menurutnya, perkembangan teknologi digital membuat tantangan profesi wartawan semakin kompleks.

Wartawan kini tidak hanya dituntut menghasilkan karya jurnalistik berkualitas, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta perubahan perilaku masyarakat dalam mengonsumsi informasi.

Meski demikian, Austin menegaskan perkembangan teknologi tidak boleh menggeser prinsip dasar jurnalistik.

Kode Etik Jurnalistik, independensi, profesionalisme dan integritas, menurut dia, harus tetap menjadi fondasi utama profesi wartawan.

“Ke depan, tantangan wartawan semakin kompleks. Karena itu, organisasi profesi harus mampu menjadi rumah bersama bagi wartawan, tempat untuk meningkatkan kompetensi, memperkuat profesionalisme sekaligus menjaga independensi dan integritas pers,” kata Austin.

Persaingan Mulai Terbentuk

Dengan munculnya Farianda Putra Sinik, Rianto SH MH alias Anto Genk dan Austin Tumengkol, bursa Ketua PWI Sumut periode 2026-2031 mulai memperlihatkan konfigurasi persaingan.

Namun, ketiganya saat ini masih berada pada posisi bakal calon. Penetapan calon secara resmi tetap bergantung pada proses pencalonan, verifikasi dan pemenuhan seluruh persyaratan sesuai ketentuan organisasi.

Masing-masing figur membawa pengalaman, jaringan dan gagasan yang berbeda. Perbedaan tersebut berpotensi menjadi bagian penting dalam menentukan arah perdebatan menjelang konferensi.

Di tengah semakin terbukanya persaingan, Farianda kembali mengingatkan seluruh pihak agar menjaga suasana tetap kondusif dan mengutamakan kepentingan organisasi.

“Prioritaskan kebersamaan dan kekompakan. Saya minta konferensi sebagai pesta demokrasi anggota ini dilaksanakan setransparan mungkin, tidak memihak, dan berjalan sesuai aturan organisasi,” tegas Farianda.

Pesan tersebut menjadi penting karena tantangan terbesar bagi PWI Sumut bukan hanya menentukan siapa yang akan memimpin periode 2026-2031, tetapi juga memastikan seluruh kekuatan organisasi dapat kembali bersatu setelah konferensi berakhir.

Siapa pun yang nantinya terpilih akan menghadapi pekerjaan besar untuk memperkuat soliditas organisasi, meningkatkan profesionalisme wartawan, menjaga independensi pers serta menjawab perubahan cepat dalam industri media. (*)

Redaksi Media Indonesia Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *