BPBD: Erupsi Gunung Sinabung, 211 KK atau 613 Jiwa Mengungsi di Kabupaten Karo
MediaIndonesiaRaya.co.id | MEDAN, Kamis, 3 September 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara mencatat sebanyak 211 kepala keluarga (KK) atau 613 jiwa mengungsi akibat erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo.
Data tersebut dihimpun oleh Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Sumatera Utara.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, mengatakan hingga saat ini seluruh pengungsi masih tercatat dalam status data aktif.
“Berdasarkan laporan, 211 kepala keluarga dilaporkan mengungsi,” ujar Sri Wahyuni Pancasilawati di Medan, Rabu (2/9/2026).
Ia menjelaskan, erupsi Gunung Sinabung yang terjadi pada Senin (31/8/2026) berdampak terhadap sejumlah wilayah di Kabupaten Karo. Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 613 jiwa harus mengungsi untuk menghindari dampak aktivitas vulkanik.
Peristiwa tersebut terjadi di sekitar Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo.
Yuyun, sapaan akrab Sri Wahyuni Pancasilawati, mengatakan hasil pemantauan visual dan instrumental menunjukkan adanya peningkatan aktivitas Gunung Sinabung. Status aktivitas gunung api tersebut mengalami peningkatan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak 31 Agustus 2026.
Selain menyebabkan warga mengungsi, erupsi Gunung Sinabung juga berdampak terhadap 27 desa di lima kecamatan yang dilaporkan terdampak hujan abu vulkanik.
“Sebanyak 27 desa di lima kecamatan terdampak abu vulkanik,” katanya.
Meski demikian, berdasarkan data Pusdalops Sumatera Utara, hingga saat ini tidak terdapat laporan korban meninggal dunia maupun warga yang mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut.
“Korban luka-luka dan meninggal dunia nihil. Jumlah pengungsi status data aktif,” ujarnya.
Sebagai bagian dari upaya penanganan darurat, BPBD Provinsi Sumatera Utara sebelumnya telah mengirimkan bantuan berupa tujuh unit tenda pengungsian untuk mendukung penanganan warga terdampak erupsi.
“Kita kirim tujuh tenda pengungsi. Apakah itu terpakai, tergantung BPBD Karo,” pungkasnya. (isl)
