Bunda Yin: Martani Jawaban Kebutuhan Petani Masa Kini, Bupati Karo Sebut Langkah Strategis bagi Tanah Karo
Mediaindonesiaraya.co.id | Tanahkaro Kamis 5 Juni 2026 – Kehadiran Toko Martani sebagai pusat grosir, eceran, dan edukasi pertanian di Berastagi mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Selain dinilai menjadi terobosan baru bagi kemajuan sektor pertanian, peresmian Martani juga mendapat apresiasi langsung dari Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes, serta dukungan penuh dari Meriyawaty Amelia Prasetio atau yang akrab disapa Bunda Yin.
Dalam peresmian yang berlangsung pada Kamis (4/6/2026), Bupati Karo menegaskan bahwa kehadiran Martani merupakan langkah strategis yang sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Karo dalam memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat Tanah Karo.

“Kami mengapresiasi hadirnya Martani di Berastagi. Ini bukan sekadar toko pertanian, tetapi juga pusat edukasi yang dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas petani. Kehadiran Martani diharapkan mampu mendukung produktivitas pertanian serta memperkuat daya saing hasil pertanian Karo,” ujar Bupati Antonius Ginting.
Sementara itu, Bunda Yin yang hadir sebagai Ketua Dewan Pembina Media Indonesia Raya (MIRA), Ketua Dewan Pembina Yayasan Hati Emas Nusantara Indonesia, sekaligus Bendahara DPD Partai Gerindra Sumatera Utara, menyebut Martani sebagai solusi cerdas yang selama ini dibutuhkan para petani.

“Saya menyebut Martani sebagai solusi cerdas untuk petani. Kehadirannya tidak hanya menyediakan kebutuhan pertanian secara lengkap, baik grosir maupun eceran, tetapi juga menjadi pusat edukasi yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas pertanian,” kata Bunda Yin kepada wartawan usai menghadiri acara peresmian.
Menurut Bunda Yin, kemajuan sektor pertanian tidak cukup hanya dengan ketersediaan sarana produksi, tetapi juga membutuhkan edukasi, pendampingan, akses informasi, hingga dukungan pembiayaan yang berkelanjutan. Konsep yang diusung Martani dinilai mampu menjawab kebutuhan tersebut secara terintegrasi.
“Ide ini sangat menginspirasi kami semua yang hadir dari Medan, Deli Serdang, Binjai, dan daerah lainnya. Martani hadir sebagai solusi cepat atas berbagai tantangan sektor pertanian yang membutuhkan dukungan terpadu, mulai dari sarana produksi, akses informasi, edukasi, pendampingan hingga dukungan pembiayaan dari lembaga perbankan. Ini merupakan sebuah terobosan yang luar biasa,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Iwan selaku perwakilan Martani yang juga putra daerah Karo menjelaskan bahwa lahirnya Martani terinspirasi dari keberhasilan Mikie Holiday yang kini menjadi salah satu ikon kebanggaan Kabupaten Karo.

“Harapan kami, Martani dapat menjadi solusi nyata bagi para petani, khususnya di Kabupaten Karo. Pertanian Tanah Karo sudah dikenal hingga mancanegara dan menjadi kebanggaan Sumatera Utara. Karena itu kami ingin menghadirkan pusat layanan pertanian yang lengkap dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Bunda Yin yang hadir bersama sejumlah perwakilan organisasi dan lembaga turut memberikan apresiasi kepada owner Martani atas keberanian menghadirkan konsep ritel dan edukasi pertanian yang inovatif di Tanah Karo.
Acara peresmian Martani turut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Karo, perwakilan APRINDO, kalangan perbankan, pelaku usaha, kelompok tani, serta berbagai elemen masyarakat. Kehadiran Martani diharapkan menjadi simbol optimisme baru bagi kemajuan pertanian Tanah Karo sekaligus memperkuat posisi Sumatera Utara sebagai salah satu sentra pertanian unggulan di Indonesia.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat, Martani diharapkan mampu menjadi motor penggerak lahirnya petani-petani modern yang produktif, mandiri, dan berdaya saing tinggi di masa depan.Red
