Program MBG Serap 1,28 Juta Pekerja dan Gerakkan Perekonomian Nasional
MediaIndonesiaRaya.co.id| Senin, 25 Mei 2026, Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dan perputaran ekonomi nasional. Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat program tersebut telah menyerap sebanyak 1,28 juta pekerja di berbagai daerah di Indonesia.
Berdasarkan statistik terbaru yang dirilis Jumat (22/5/2026), Program MBG telah melibatkan tenaga kerja di 29.225 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh Indonesia.
Dalam keterangan resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI di Jakarta, Sabtu, data tersebut sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato pada Sidang Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026, Rabu (20/5/2026).
“Dari MBG saja kita sudah buka 1,2 juta lapangan kerja baru di dapur-dapur. Dan kita pastikan pasar terjamin, offtake terjamin untuk puluhan juta petani, peternak, dan nelayan kita,” ujar Presiden Prabowo.
Para pekerja tersebut bertugas menyiapkan makanan bergizi bagi 62,45 juta penerima manfaat, yang terdiri dari peserta didik, balita, ibu hamil, ibu menyusui, hingga santri.
Tidak hanya menyerap tenaga kerja, Program MBG juga memberikan dampak ekonomi melalui keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok bahan pangan dan distribusi makanan.
BGN mencatat, hingga 22 Mei 2026 terdapat 142.387 pemasok yang terlibat dalam program tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 59.921 berasal dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), 13.306 koperasi, 690 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), 1.410 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan 157 Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma).
Sementara itu, sebanyak 66.903 pemasok lainnya berasal dari berbagai kategori penyedia bahan pangan dan jasa pendukung.
BGN menilai Program MBG mampu menggerakkan ekonomi rakyat dari hulu hingga hilir melalui penciptaan permintaan bahan pangan dalam jumlah besar dan berkelanjutan.
Sebagai gambaran, satu SPPG membutuhkan sekitar 200 kilogram beras per hari atau setara 4,8 ton per bulan untuk memenuhi 3.000 porsi MBG. Selain itu, satu SPPG juga membutuhkan sekitar 2.800 ekor ayam per bulan, dengan asumsi menu ayam disajikan dua kali dalam sepekan.
Kebutuhan susu dalam program tersebut juga cukup besar. Setiap SPPG memerlukan sekitar 450 liter susu per hari guna memenuhi 3.000 porsi MBG, dengan masing-masing penerima mendapatkan 150 mililiter susu per sajian.
Program MBG diharapkan terus menjadi penggerak ekonomi nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah. Red
