Gugun Gumilar, dari Bandung ke Dublin: Jejak Akademik Sang Staf Khusus Menag yang Raih PhD di Usia Muda

Gugun Gumilar, dari Bandung ke Dublin: Jejak Akademik Sang Staf Khusus Menag yang Raih PhD di Usia Muda
SHARE

MediaIndonesiaRaya.co.id | Minggu, 10 Mei 2026, Medan- Di tengah padatnya aktivitas sebagai Staf Khusus Menteri Agama Bidang Kerjasama Luar Negeri, Kerukunan, Pelayanan Agama, dan Pengawasan, nama Gugun Gumilar kembali menjadi sorotan. Bukan karena agenda politik atau diplomasi keagamaan yang dijalankannya, melainkan capaian akademik yang membanggakan di panggung internasional.

Pria asal Indonesia itu resmi menyandang gelar Doctor of Philosophy (PhD) dari Dublin City University, setelah menuntaskan studi doktoralnya di Jurusan Filsafat dan Teologi dengan predikat memuaskan. Prosesi wisuda berlangsung pada Rabu, 22 Oktober 2025 waktu setempat di Dublin, Irlandia.

Namun perjalanan menuju toga doktor itu bukan kisah yang datang secara instan. Di balik senyum Gugun saat menerima ijazah, tersimpan perjalanan panjang tentang ketekunan, dialog lintas budaya, dan konsistensi mengejar ilmu hingga ke luar negeri.

“Alhamdulillah, saya hari ini mengikuti proses wisuda di kampus Dublin City University (DCU) Dublin. Alhamdulillah, saya menjadi lulusan terbaik dan meraih IPK Cumlaude,” ujar Gugun seperti dikutip dari laman UIN Banten.

 Lulus di Usia 33 Tahun, Wisuda Dua Tahun Kemudian

Menariknya, Gugun sebenarnya telah dinyatakan lulus sejak tahun 2023, ketika usianya baru menginjak 33 tahun. Namun kesibukan sebagai akademisi sekaligus pejabat publik membuatnya baru dapat mengikuti prosesi wisuda secara resmi pada tahun 2025.

“Sebetulnya saya sudah lulus tahun 2023, namun karena kesibukan, baru ikut wisuda tahun ini,” tuturnya.

Capaian itu terasa semakin istimewa karena ia menempuh studi doktoral dengan beasiswa penuh dari DCU selama periode 2018 hingga 2023. Di negeri yang jauh dari tanah kelahiran, Gugun bukan hanya belajar di ruang kuliah. Ia juga aktif membangun jembatan budaya antara Indonesia dan dunia internasional.

Pada tahun 2020, ia dipercaya menjadi Duta Kampus “Intercultural Ambassador”, sebuah peran yang mempertemukannya dengan mahasiswa dari berbagai negara dan latar belakang budaya.

Tak berhenti di sana, Gugun juga mengajar di kampus tersebut. Ia pernah menjadi dosen Bahasa Indonesia pada 2019–2020, sebelum kemudian dipercaya mengajar studi agama pada 2021 hingga 2023. Pengalaman itu menjadikannya bukan sekadar mahasiswa internasional, tetapi juga representasi Indonesia dalam dunia akademik global.

 Dari UIN Bandung Menuju Kampus Dunia

Perjalanan akademik Gugun dimulai dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana pada tahun 2011.

Selepas itu, langkahnya terus bergerak melintasi benua. Ia melanjutkan studi magister di Hartford International University for Religion and Peace dan berhasil meraih gelar master pada 2014.

Jejak pendidikan yang ditempuhnya menunjukkan satu benang merah: ketertarikan mendalam pada isu agama, perdamaian, dan hubungan antarbudaya. Bidang yang kini juga menjadi bagian penting dari tugasnya sebagai Staf Khusus Menteri Agama.

Bagi banyak anak muda Indonesia, kisah Gugun Gumilar menghadirkan pesan sederhana namun kuat: pendidikan dapat menjadi jalan untuk membuka dunia.

Dari ruang kelas di Bandung, ruang diskusi di Amerika Serikat, hingga podium wisuda di Dublin, Gugun menunjukkan bahwa anak bangsa mampu berdiri sejajar di panggung internasional tanpa meninggalkan identitas dan pengabdiannya kepada Indonesia. Red

Redaksi Media Indonesia Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *