Bunda Yin Rayakan Ulang Tahun Pemimpin Daerah dan Wakil Rakyat, Tegaskan Pengabdian Harus Dijalani dengan Hati
Mediaindonesiaraya.co.id | Medan 24 Januari 2026 Wujud kepedulian dan komitmen terhadap nilai kebersamaan kembali ditunjukkan Bunda Yin melalui silaturahmi sekaligus perayaan ulang tahun para pemimpin daerah, wakil rakyat, serta sahabat juang Media Indonesia Raya. Kegiatan ini menjadi refleksi bahwa pengabdian kepada rakyat tidak semata soal jabatan, tetapi tentang keikhlasan, konsistensi, dan tanggung jawab moral.
Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, Bunda Yin menegaskan bahwa momentum ulang tahun adalah saat yang tepat untuk merefleksikan kembali makna pengabdian kepada masyarakat dan bangsa.

“Ulang tahun ini bukan hanya tentang bertambahnya usia, tetapi tentang sejauh mana kita sudah mengabdikan diri untuk rakyat. Jabatan itu amanah, dan amanah harus dijalani dengan hati,” ujar Bunda Yin.
Perayaan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh daerah dan wakil rakyat yang selama ini konsisten berada di garis pengabdian, yakni Zakiyuddin Harahap (Wakil Wali Kota Medan), Lomlom Suwondo (Wakil Bupati Deli Serdang), Zulkarnaen (Wakil Ketua DPRD Kota Medan), Ajie Karim (Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara), M. Dahnil Ginting (Anggota DPRD Kabupaten Deli Serdang), Ihwan Ritonga (Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara), Mahrim Sitepu (Anggota DPRD Kabupaten Deli Serdang), serta Tim Media Indonesia Raya.
Bunda Yin menyampaikan doa dan harapan agar seluruh pemimpin yang hadir senantiasa diberi kesehatan, umur yang berkah, serta kekuatan dalam menjalankan amanah rakyat.
“Saya percaya, selama kita tetap bersama, saling menguatkan, dan menjadikan rakyat sebagai tujuan utama, maka setiap keputusan yang kita ambil akan membawa kebaikan,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan lintas peran, baik eksekutif, legislatif, maupun insan media, sebagai satu kesatuan perjuangan dalam membangun daerah dan bangsa.
“Bersama kita kuat, bersama kita bermakna. Mari terus menjadi cahaya bagi rakyat dan suara bagi kebenaran,” tutup Bunda Yin.
Melalui momentum ini, semangat persaudaraan dan pengabdian kembali diteguhkan, menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk rakyat tidak boleh berhenti, melainkan terus menyala dengan ketulusan dan keberanian.
