Korban Tewas Insiden Penembakan dan Tabrakan di Deli Serdang Bertambah Jadi Dua Orang

Korban Tewas Insiden Penembakan dan Tabrakan di Deli Serdang Bertambah Jadi Dua Orang
SHARE

Mediaindonesiaraya.co.id I Deli Serdang, 29 Oktober 2026- Korban tabrakan mobil dalam insiden penembakan di Jalan Limau Mungkur, Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, kembali bertambah.

Imelda Nazwa Aulia (16), warga Dusun VI, Desa Bangun Rejo, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUD Amri Tambunan, Lubuk Pakam, Rabu (28/10/2026) malam.

Sebelumnya, Imelda mengalami luka serius akibat tabrakan yang terjadi pada Minggu (18/10/2026) malam. Sejak kejadian tersebut, korban dilaporkan tidak sadarkan diri hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.

“Rabu malam sekitar pukul 21.00 WIB, korban mengembuskan napas terakhir di rumah sakit tempatnya selama ini dirawat,” ujar Adi, salah seorang kerabat korban, saat ditemui di rumah duka, Kamis (29/10/2026).

Jenazah Imelda telah dimakamkan di pemakaman Muslim yang berada tidak jauh dari rumahnya.

Sebelum korban meninggal dunia, Kepala Desa Bangun Rejo, Misno, bersama Kasi Kesos Kecamatan Tanjung Morawa, Noni, dan Kepala Dusun VI, Suwarno, sempat membesuk Imelda pada Rabu siang. Namun, mereka tidak dapat melihat langsung kondisi korban karena masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU.

Kedatangan rombongan tersebut disambut ibu korban, Sukaswati, bersama anggota keluarga lainnya di halaman rumah sakit.

Kepergian Imelda meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Menurut tetangganya, semasa hidup, Imelda dikenal sebagai anak yang baik dan penurut.

“Anaknya baik, penurut, dan tidak pernah membantah orang tuanya,” ujar Watini, salah seorang tetangga korban.

Dengan meninggalnya Imelda, jumlah korban meninggal dunia dalam insiden tersebut menjadi dua orang. Sebelumnya, Dini Fadilah (22) meninggal dunia pada Jumat (23/10/2026) setelah menjalani perawatan di RS Grandmed Lubuk Pakam.

Dini mengalami luka serius di bagian kepala hingga kondisinya kritis dan tidak sadarkan diri sebelum meninggal dunia.

Dini merupakan satu dari delapan warga Desa Bangun Rejo yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Suaminya, Irlan, dan anak laki-lakinya yang berusia empat tahun, Fathan, juga mengalami luka-luka.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, sebelum kejadian, Dini bersama suami dan anaknya mengendarai sepeda motor menuju Kota Tanjung Morawa untuk memperbaiki telepon genggam.

Saat dalam perjalanan pulang, sepeda motor yang mereka tumpangi ditabrak mobil Toyota Yaris dari arah belakang. Mobil tersebut dikemudikan Doni Pace, yang disebut terkena tembakan di bagian leher kiri.

Akibat luka tersebut, pengemudi dilaporkan kehilangan kendali atas kendaraannya. Kaki kanannya disebut masih berada pada pedal gas sehingga mobil terus melaju dan menabrak sejumlah warga.

Benturan keras mengakibatkan Dini, Irlan, dan Fathan terpental ke bahu jalan. Dini mengalami luka serius, Fathan mengalami luka robek di bagian pelipis serta sejumlah bagian tubuh lainnya, sedangkan Irlan dilaporkan mengalami luka lecet dan nyeri hebat di bagian perut.

Selain keluarga Dini, tabrakan tersebut juga mengakibatkan sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka. Total delapan korban dalam peristiwa itu adalah Dini Fadilah, Irlan, Fathan, Winona Novia Pratika (14), Tasya Dwi Azahra (13), Robby Reihan Deka (13), Imelda Nazwa Aulia (16), dan Khanza Putra Al Miko (3).

Seluruh korban merupakan warga Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa.

Selain menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, insiden tersebut juga menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan parah. (yoel)

Redaksi Media Indonesia Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *