Prabowo Sebut RI Ekonomi Terbesar Ketujuh Dunia, Airlangga Jelaskan Ukurannya
Mediaindonesiaraya.co.id I Jakarta, 24 Oktober 2026 – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, posisi Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar ketujuh di dunia mengacu pada ukuran paritas daya beli atau purchasing power parity (PPP), bukan produk domestik bruto (PDB) nominal dalam dollar AS.
Airlangga mengatakan, peringkat Indonesia berbeda jika diukur menggunakan PDB nominal dalam dollar AS. Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+ Berdasarkan ukuran tersebut, Indonesia berada di peringkat ke-16 atau ke-17 dunia dalam kelompok negara G20.
“Enggak, kalau kita berdasarkan purchasing power parity memang sekitar tujuh, nomor tujuh. Kalau berbasis kepada Dollar AS, GDP, G20 kita kan nomor 16, nomor 17,” kata Airlangga saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Airlangga Sebut MSCI Bukan Satu-satunya Acuan Investor di Pasar Modal Ia menjelaskan, PPP memperhitungkan daya beli masyarakat serta kemampuan mereka untuk berbelanja. Pengukuran ini membuat peringkat ekonomi suatu negara dapat berbeda dari peringkat berdasarkan PDB nominal.
“Enggak kan ini kan purchasing power parity jadi disesuaikan dengan daya beli daripada masyarakat dan kemampuan untuk belanja,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyoroti ketimpangan ekonomi di Indonesia meskipun negara ini menempati peringkat ketujuh dunia berdasarkan PPP. Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+ Prabowo mengatakan, peringkat yang dirilis Dana Moneter Internasional (IMF) tersebut menunjukkan besarnya potensi ekonomi nasional.
Namun, menurut dia, posisi tersebut belum diikuti pemerataan kesejahteraan masyarakat.
“Baru aja IMF keluarkan daftar urutan ekonomi terbesar dunia dari PPP berarti kemampuan daya beli nyata banyak negara, Indonesia ditempatkan di urutan ke-7 dunia,” ujar Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. (red)
