Pemko Gunungsitoli Revitalisasi Anyaman Sinasa Jadi Produk Unggulan Ekonomi Kreatif

Pemko Gunungsitoli Revitalisasi Anyaman Sinasa Jadi Produk Unggulan Ekonomi Kreatif
SHARE

Mediaindonesiaraya.co.id I Gunung Sitoli , 19 Oktober 2026 – Pemerintah Kota Gunungsitoli terus mendorong pengembangan potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi melalui peningkatan keterampilan dan kreativitas masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Kriya Anyaman bertema “Revitalisasi Anyaman Menjadi Produk Unggulan Kota Gunungsitoli” yang digelar Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Parekrafbudpora) Kota Gunungsitoli, Senin (19/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 19-22 Oktober 2026, di Kantor Dinas Parekrafbudpora tersebut dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Wali Kota Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Mohammad Syarif Siregar, S.P.

Pelatihan ini diikuti 10 peserta perwakilan kecamatan se-Kota Gunungsitoli, dengan fokus meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah sinasa menjadi produk kerajinan yang kreatif, berkualitas, dan berdaya saing pasar.

Dalam sambutannya, Syarif Siregar menyampaikan, tumbuhan pandan berduri yang dikenal masyarakat setempat sebagai _sinasa_ memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk kerajinan bernilai ekonomi tinggi, seperti tas, tikar, dompet, dan produk anyaman lainnya.

Menurutnya, pemanfaatan sinasa secara kreatif dapat membuka peluang usaha bagi masyarakat sekaligus mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Untuk itu, para perajin perlu meningkatkan keterampilan dan mengembangkan desain yang memadukan nilai tradisional dengan kebutuhan pasar modern.

Ia berpesan agar seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, memanfaatkan ilmu dari instruktur, serta berani berinovasi menghasilkan produk yang unik dan berkualitas.

“Jangan berhenti sampai pelatihan. Bangun jejaring dan kelompok usaha agar keterampilan ini menjadi kegiatan ekonomi yang berkelanjutan. Kembangkan anyaman sinasa ini menjadi produk unggulan daerah yang menjaga warisan tradisi sekaligus menggerakkan ekonomi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Parekrafbudpora Kota Gunungsitoli, Bonifasius Telaumbanua, S.STP., M.Si., mengapresiasi antusiasme peserta dan berharap pelatihan ini menjadi momentum memperkuat keterampilan dasar mengolah sinasa.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian tanaman pandan berduri sebagai bahan baku utama.

Ketersediaan bahan baku perlu mendapat perhatian bersama agar pengembangan usaha kerajinan dapat berlangsung berkelanjutan.

Dalam laporannya, Ketua Panitia sekaligus Kabid Promosi dan Pengembangan Ekonomi Kreatif, Periaman Zebua, S.Pd., menjelaskan pelatihan difokuskan pada pengenalan dan pengolahan bahan baku, pengembangan desain, peningkatan teknik finishing, serta pengendalian kualitas produk.

“Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah bahan baku lokal dan membuka peluang peningkatan pendapatan bagi pelaku UMKM,” jelas Periaman.

Pelatihan menghadirkan pelaku usaha kerajinan anyaman Kota Gunungsitoli, Hiburan Zendrato, sebagai narasumber.

Materi meliputi pengenalan alat dan bahan, proses pengolahan sinasa menjadi bahan siap pakai, teknik dasar menganyam, hingga penyelesaian akhir dan pengendalian kualitas produk.

Metode pembelajaran dilaksanakan melalui penyampaian materi, diskusi, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi produk, sehingga peserta memahami tahapan pembuatan anyaman secara menyeluruh, mulai dari pengolahan bahan baku hingga produk siap pasar.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Gunungsitoli berharap kerajinan anyaman berbahan dasar sinasa dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi kreatif daerah, memperluas peluang usaha masyarakat, serta meningkatkan daya saing produk lokal yang mencerminkan identitas budaya Kota Gunungsitoli dalam mewujudkan Gunungsitoli Hebat. (yoel)

Redaksi Media Indonesia Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *