Rico Waas Dukung Penuh Kampung Nelayan Merah Putih, Masa Depan Nelayan Jadi Perhatian

Rico Waas Dukung Penuh Kampung Nelayan Merah Putih, Masa Depan Nelayan Jadi Perhatian
SHARE
Mediaindonesiaraya.co.id I Medan ,7 Oktober 2026 – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan.
Program yang merupakan bagian dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperkuat masa depan nelayan di Kota Medan.
Dukungan itu disampaikan Rico Waas saat menghadiri groundbreaking pembangunan KNMP di Kelurahan Nelayan Indah, Selasa (6/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan secara simbolis kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan serta penyaluran bantuan cadangan pangan berupa beras kepada nelayan di Lapangan Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Medan.
Rico Waas mengapresiasi perhatian Pemerintah Pusat terhadap kehidupan nelayan yang selama ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan sarana dan prasarana, tingginya risiko pekerjaan, hingga persoalan nilai jual hasil tangkapan.
Menurutnya, KNMP tidak sekadar membangun kawasan permukiman atau fasilitas nelayan, tetapi juga menjadi upaya membangun sistem kehidupan dan perekonomian nelayan yang lebih baik.
“Kami di Pemerintah Kota Medan memastikan akan mendukung penuh Kampung Nelayan Merah Putih ini agar bisa berjalan dengan baik karena ini untuk menyejahterakan para nelayan kita,” ujar Rico.
Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Jaksa Utama Pratama Kejaksaan Agung RI Alamsyah, unsur Forkopimda, Kajari Belawan Yusuf Darma Putra, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Medan Kota Jefri Iswanto, Kadis Ketapang Pertanian dan Perikanan Kota Medan Ahmad Untung Lubis serta sejumlah pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan.
Rico menjelaskan, KNMP dirancang sebagai kawasan terpadu yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti dermaga tambat labuh, fasilitas rantai dingin atau cold storage, akses jalan, hingga pelatihan bagi para nelayan.
Keberadaan berbagai fasilitas tersebut diharapkan dapat mendorong hilirisasi hasil tangkapan sehingga nelayan tidak lagi hanya menjual hasil laut dalam kondisi mentah dengan harga rendah.
“Kita menginginkan para nelayan tidak lagi berada pada posisi rentan dengan hasil pendapatan yang pas-pasan. Melalui pembangunan sarana dan sistem perdagangan perikanan yang terintegrasi di Kampung Nelayan Merah Putih ini, nilai tambah produk perikanan dapat meningkat sehingga keuntungan kembali secara optimal kepada nelayan,” katanya.
Rico berharap kehadiran KNMP menjadi awal perubahan bagi kehidupan nelayan di Kota Medan. Selain meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomi hasil tangkapan, kawasan tersebut diharapkan memberikan edukasi kepada nelayan mengenai pengelolaan hingga perdagangan hasil laut secara lebih terintegrasi.
“Setelah jadinya Kampung Nelayan ini, benar-benar para nelayan bisa teredukasi bagaimana kehidupan berdagangnya, bisa terintegrasi dengan baik, sehingga hasil-hasil dari laut ini bisa terdistribusi dengan baik, lebih melimpah dan tentunya keuntungannya akan kembali kepada para nelayan,” ungkapnya.
Perlindungan Nelayan
Selain pembangunan KNMP, Pemko Medan juga terus memperkuat perlindungan sosial bagi nelayan melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Rico mengungkapkan, pada 2025 Pemko Medan menganggarkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi 1.000 nelayan. Jumlah tersebut meningkat menjadi 2.000 nelayan pada 2026.
Pemko Medan bahkan menargetkan jumlah penerima kembali bertambah menjadi 3.000 nelayan pada 2027.
“Dari sekitar 9.000 nelayan yang ada di Kota Medan, mudah-mudahan penerimanya terus kita tingkatkan,” ujarnya.
Rico menegaskan, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan sangat penting mengingat profesi nelayan memiliki risiko tinggi karena berhadapan langsung dengan kondisi alam.
Ia mengaku beberapa kali menyaksikan secara langsung penyerahan santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada keluarga pekerja yang meninggal dunia.
Menurutnya, santunan tersebut menjadi bentuk perlindungan agar keluarga yang ditinggalkan tidak semakin terpuruk secara ekonomi.
“Bapak-bapak nelayan yang melaut adalah harapan keluarga, tumpuan istri dan anak-anak. Kalau terjadi sesuatu, jangan sampai keluarga yang ditinggalkan menjadi keluarga miskin baru,” tegasnya.
Rico memastikan Pemko Medan akan terus meningkatkan perlindungan bagi nelayan sekaligus memberikan dukungan terhadap pembangunan KNMP agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Sementara itu, Kadis Ketapang Pertanian dan Perikanan Kota Medan Ahmad Untung Lubis menjelaskan, program jaminan perlindungan sosial tersebut menyasar 2.000 nelayan sebagai penerima BPJS Ketenagakerjaan.
Kepesertaan tersebut mencakup jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.
Selain itu, sebanyak 500 nelayan menerima bantuan cadangan pangan berupa beras pemerintah. Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pengentasan kemiskinan sekaligus pengendalian inflasi dan gejolak harga pangan di Kota Medan. (yoel)

Redaksi Media Indonesia Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *