Wabup Lom Lom Ajak Generasi Muda Jadikan Sejarah G30S sebagai Refleksi untuk Perkuat Persatuan

Wabup Lom Lom Ajak Generasi Muda Jadikan Sejarah G30S sebagai Refleksi untuk Perkuat Persatuan
SHARE

Mediaindonesiaraya.co.id | Deliserdang Kami 1 Oktober 2026 – Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, menghadiri kegiatan nonton bareng film Pengkhianatan G30S/PKI yang digelar Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Nurul Hidayah bersama Pemerintah Kabupaten Deli Serdang di halaman Masjid Nurul Hidayah, Pasar Raya MMTC, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang sekaligus merefleksikan salah satu peristiwa penting dalam perjalanan sejarah Indonesia. Film Pengkhianatan G30S/PKI sendiri merupakan film yang diproduksi pada era Orde Baru dan pertama kali ditayangkan pada 1984. Kajian sejarah mencatat bahwa peristiwa 1965 memiliki berbagai perspektif dan interpretasi yang berkembang dalam kajian akademik.

Dalam kesempatan itu, Wabup Lom Lom Suwondo mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak sekadar menyaksikan film sebagai tontonan, tetapi menjadikannya sebagai sarana pembelajaran dan refleksi sejarah.

Menurutnya, memahami sejarah penting agar generasi penerus dapat mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa masa lalu serta semakin menyadari pentingnya menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

“Sejarah harus kita pahami dan jadikan pelajaran. Generasi muda harus mengetahui perjalanan bangsa agar dapat menjaga persatuan, menghargai perbedaan dan bersama-sama mempertahankan nilai-nilai Pancasila serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Lom Lom.

Ia juga menilai kegiatan seperti nonton bareng dapat menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan kebersamaan antara pemerintah dengan masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Masjid Nurul Hidayah tersebut turut memperlihatkan kolaborasi antara pemerintah, ulama, pengurus rumah ibadah, tokoh masyarakat, pemuda dan masyarakat.

Lom Lom berharap kebersamaan tersebut dapat terus diperkuat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat Deli Serdang.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita mengambil hikmah dari sejarah untuk membangun masa depan. Jangan sampai perbedaan menjadi alasan untuk memecah persatuan. Kita harus menjaga kerukunan, persatuan dan nilai-nilai kebangsaan,” katanya.

Secara historis, peristiwa G30S pada 1965 memang menjadi bagian penting dalam perjalanan politik Indonesia dan kemudian diikuti perubahan besar dalam kehidupan politik serta pemerintahan nasional. Sejumlah kajian akademik juga mencatat adanya beragam perspektif mengenai latar belakang dan aktor di balik peristiwa tersebut.

Karena itu, refleksi sejarah dinilai penting untuk mendorong masyarakat, terutama generasi muda, memahami masa lalu secara kritis sekaligus menjadikan pengalaman sejarah sebagai pelajaran dalam memperkuat kehidupan kebangsaan.

Melalui kegiatan tersebut, semangat kebersamaan diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat Deli Serdang, dengan menjadikan persatuan, toleransi dan kecintaan terhadap bangsa sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.Red

Redaksi MIRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *