Rakor GTRA Sumut, Pemko Medan Siap Perkuat Sinergi Reforma Agraria
Mediaindonesiaraya.co.id I Medan , 4 September 2026 – Pemerintah Kota (Pemko) Medan menyatakan kesiapan memperkuat sinergi dalam mendukung pelaksanaan Reforma Agraria di Sumatera Utara. Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap saat menghadiri Rapat Koordinasi Awal (Rakor) Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Rabu (2/9/2026).
Rakor tersebut dibuka Wakil Gubernur Sumut Surya, B.Sc., dan dihadiri Direktur Landreform Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Rudi Rubijaya, Kepala Kanwil BPN Sumut Nugraha, Pj Sekda Sumut Timur Tumanggor, unsur Forkopimda, serta para kepala daerah se-Sumatera Utara.
Mewakili Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution, Surya menegaskan bahwa penyelesaian sengketa dan penataan pertanahan membutuhkan komitmen serta sinergi lintas sektor.
Menurutnya, pembentukan GTRA melalui Keputusan Gubernur Sumut Nomor 188.44/431/KPTS/2026 dan penguatan Perpres Nomor 62 Tahun 2023 menjadi landasan penting untuk mempercepat pelaksanaan Reforma Agraria di Sumut.
Surya juga mendorong agar penataan aset melalui sertifikasi berjalan beriringan dengan penataan akses, khususnya dalam meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Penataan akses harus diikuti dengan pengembangan UMKM, koperasi, hingga kemudahan akses pembiayaan bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya akurasi data pertanahan serta sosialisasi secara terbuka kepada masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah terjadinya sengketa maupun tumpang tindih penguasaan dan pemanfaatan lahan.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap menegaskan Pemko Medan siap mendukung program Reforma Agraria secara terintegrasi bersama pemerintah provinsi dan instansi terkait.
“Pemko Medan siap bersinergi dan mendukung penuh program reforma agraria. Kita berharap program ini dapat memberikan kepastian hukum atas tanah sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Zakiyuddin.
Ia berharap kolaborasi lintas sektor dalam GTRA mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan pertanahan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di Kota Medan dan wilayah sekitarnya. (yoel)
