Transformasi Layanan Pemasyarakatan, Kanwil Ditjenpas Jabar Resmikan Griya Abhipraya Kiansantang
Mediaindonesiaraya.co.id | Jawabarat Sabtu 29 Agustus 2026 – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Jawa Barat terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan pemasyarakatan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui transformasi gedung lama Balai Pemasyarakatan (Bapas) menjadi Griya Abhipraya Kiansantang.
Fasilitas tersebut resmi dioperasionalkan pada Kamis, 27 Agustus 2026. Peresmian Griya Abhipraya Kiansantang menjadi bagian dari upaya menghadirkan sarana pembimbingan yang lebih representatif bagi klien pemasyarakatan.

Transformasi gedung ini merupakan hasil proses yang telah dirintis sejak September 2024, setelah operasional Bapas Kelas I Bandung berpindah ke gedung baru di kawasan Sukamiskin.
Peresmian dihadiri sejumlah pejabat terkait, di antaranya Asisten Deputi Koordinasi Materi Hukum dan Keadilan Restoratif, Robianto. Turut hadir Direktur Pembimbingan Kemasyarakatan, Ceno Hersusetiokartiko, didampingi Kepala Kanwil Ditjenpas Jawa Barat, Yudi Suseno.
Kepala Bapas Kelas I Bandung, Ahmad Baihaqi, beserta jajaran pejabat administrator Kanwil Ditjenpas Jawa Barat juga hadir dalam agenda tersebut.
Dalam laporannya, Ahmad Baihaqi menjelaskan bahwa proses alih fungsi gedung telah dirintis secara bertahap oleh pimpinan sebelumnya, Dasep Rana Budi. Menurutnya, keberadaan Griya Abhipraya Kiansantang tidak hanya berkaitan dengan perubahan fungsi bangunan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan semangat kerja dan mendorong lahirnya berbagai inovasi pelayanan.
“Fasilitas ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi juga menjadi representasi komitmen untuk menghadirkan pelayanan yang lebih baik,” demikian inti penyampaian dalam laporan tersebut.
Dengan fasilitas yang lebih representatif, jajaran Bapas diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme, integritas, serta pendekatan pelayanan yang humanis kepada masyarakat, khususnya para klien pemasyarakatan.
Puncak kegiatan ditandai dengan arahan sekaligus peresmian operasional Griya Abhipraya Kiansantang oleh Direktur Pembimbingan Kemasyarakatan, Ceno Hersusetiokartiko.
Dalam arahannya, Ceno menegaskan bahwa Griya Abhipraya diharapkan menjadi “rumah harapan” sekaligus wadah pembimbingan terpadu bagi klien pemasyarakatan. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu mendukung proses perbaikan diri serta mempersiapkan klien agar dapat kembali berintegrasi secara positif di tengah masyarakat.
Sementara itu, penggunaan nama Kiansantang memiliki makna tersendiri. Nama tersebut disematkan untuk membawa semangat keteladanan, keberanian, dan kearifan lokal Jawa Barat dalam pelaksanaan program pembimbingan dan pembinaan.
Dengan diresmikannya Griya Abhipraya Kiansantang, Kanwil Ditjenpas Jawa Barat berharap transformasi layanan pemasyarakatan tidak hanya terlihat dari sisi sarana dan prasarana, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap kualitas pembimbingan serta proses reintegrasi sosial klien pemasyarakatan.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan sistem pemasyarakatan yang semakin profesional, berintegritas, humanis, dan berorientasi pada keberhasilan klien untuk kembali menjadi bagian produktif dari masyarakat.Red
