Open House SRMP 2 Medan, Gus Ipul Ajak Masyarakat Lihat Langsung Sekolah Rakyat
Mediaindonesiaraya.co.id | Medan.Rabu 17 Juni 2026 – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak masyarakat, terutama calon siswa dan orang tuanya, melihat langsung proses belajar mengajar, pengasuhan, serta perkembangan siswa di Sekolah Rakyat.
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Open House Sekolah Rakyat di SRMP 2 Medan, Sumatra Utara.
“Dulunya anak-anak ini tidak seperti sekarang. Lebih disiplin, percaya diri, pintar, dan optimis menghadapi masa depan. Ini hal yang kita syukuri bersama,” kata Gus Ipul.
Menurutnya, Open House menjadi kesempatan bagi calon siswa dan orang tua untuk melihat langsung sistem pembelajaran, suasana asrama, dan lingkungan pendidikan di Sekolah Rakyat. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai proses pendidikan yang akan dijalani para siswa.
Ia menegaskan ada tiga hal yang tidak boleh terjadi di Sekolah Rakyat, yakni perundungan, kekerasan seksual maupun fisik, serta intoleransi.
“Tidak boleh menghina siapa pun, meremehkan dan merendahkan siapa pun. Tidak boleh ada kekerasan seksual atau kekerasan fisik. Tidak boleh ada intoleransi,” tegasnya.
Sebanyak 75 calon siswa dan orang tua calon siswa dari Kota Medan hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka menyaksikan berbagai penampilan siswa, mulai dari tari tradisional, bela diri karate, pidato tiga bahasa, paduan suara, hingga pembacaan puisi.
Dalam kesempatan itu, Gus Ipul menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat merupakan salah satu program pemerintah yang ditujukan untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Menurut dia, siswa Sekolah Rakyat diarahkan menjadi generasi yang berkarakter dan memiliki keterampilan.
“Lulusan Sekolah Rakyat di masa mendatang ada yang jadi guru, ada yang jadi seniman. Pokoknya jadi apa pun dengan keterampilan yang cukup. Itulah harapan Bapak Presiden,” ujarnya.
Ia juga mengatakan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian terhadap pengembangan Sekolah Rakyat, salah satunya melalui pembangunan gedung permanen di berbagai daerah.
Saat ini, kata Gus Ipul, terdapat 104 titik Sekolah Rakyat permanen yang sedang dipersiapkan. Di Kota Medan, Sekolah Rakyat permanen direncanakan menerima 270 siswa yang terdiri atas 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.
Dalam kegiatan tersebut, Gus Ipul juga berdialog dengan orang tua calon siswa dan calon siswa. Salah satunya Ridha Aritona, orang tua Jessica Putri Sirait.
Ridha mengatakan keluarganya hidup dengan pendapatan yang tidak tetap karena bekerja sebagai pengemudi ojek online.
“Besar harapan saya anak saya sekolah berkualitas dengan keadaan tidak mampu menyekolahkan dan memberikan les. Harapan besar dia bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik, jangan seperti kehidupan saya,” katanya.
Sementara itu, Riantika, ibu dari Fahrizky, mengaku bersyukur anaknya mendapat kesempatan masuk Sekolah Rakyat. Ia mengatakan Fahrizky sempat putus sekolah saat duduk di kelas 6 SD.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan Pemerintah Kota Medan telah mendampingi pelaksanaan Sekolah Rakyat sejak awal. Menurut dia, terdapat perkembangan yang terlihat pada sejumlah siswa sejak mengikuti program tersebut.
“Kami mendampingi Sekolah Rakyat ini dari awal sekali. Saya hadir kembali dan melihat anak-anak yang awalnya belum percaya diri dan belum teratur sekarang ada progres,” ujar Rico.
Menurut Rico, anak-anak di perkotaan menghadapi beragam persoalan sosial. Ia menilai Sekolah Rakyat dapat menjadi salah satu sarana untuk menjangkau anak-anak dari keluarga rentan agar tetap memperoleh akses pendidikan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara Illyan Chandra Simbolon, Kepala Dinas Sosial Kota Medan Khoiruddin Rangkuti, Kepala BPS Kota Medan Hafsyah Aprillia, Kepala Bagian Umum BPS Sumut Dadan yang mewakili Kepala BPS Provinsi Sumatera Utara, serta sejumlah pejabat Kementerian Sosial. Red
