DPR Beri Waktu Tiga Bulan, 11 Juta Peserta PBI BPJS Dinonaktifkan Akibat Transformasi Data

DPR Beri Waktu Tiga Bulan, 11 Juta Peserta PBI BPJS Dinonaktifkan Akibat Transformasi Data
SHARE

Mediaindonesia.co.id | Jakarta – Selasa 10 Februari 2026  Pemerintah mengakui telah menonaktifkan sekitar 11 juta peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan akibat proses transformasi data nasional yang belum sepenuhnya sinkron di lapangan. Kebijakan ini memicu kekhawatiran terhadap potensi terganggunya akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.

Menanggapi kondisi tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI memberikan tenggat waktu selama tiga bulan kepada Kementerian Sosial untuk melakukan pembersihan dan validasi ulang data agar bantuan sosial dan jaminan kesehatan dapat kembali tepat sasaran.

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa selama masa perbaikan data berlangsung, hak masyarakat terhadap layanan kesehatan harus tetap terjamin. Hal itu disampaikan dalam konferensi pers di Gedung DPR, Jakarta, Senin (9/2/2026).

“DPR dan pemerintah sepakat bahwa selama tiga bulan seluruh layanan BPJS tetap dibayarkan oleh pemerintah. Bagian pendanaan sudah disepakati,” ujar Dasco.

Ia menambahkan, DPR akan terus melakukan pengawasan agar proses pemutakhiran data berjalan transparan dan tidak merugikan masyarakat miskin.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan bahwa penonaktifan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang transformasi data nasional. Menurutnya, pemutakhiran data penerima bantuan rutin dilakukan setiap tahun.

“Tahun lalu ada lebih dari 13 juta peserta yang dimutakhirkan atau dinonaktifkan. Tahun ini masih sekitar 11 juta,” kata Gus Ipul.

Ia menyebutkan, kuota nasional PBI BPJS Kesehatan tetap berada pada angka 96,8 juta jiwa. Namun, pembaruan data sangat bergantung pada usulan aktif dari pemerintah daerah setiap bulan.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah membuka peluang reaktivasi bagi warga yang terdampak penonaktifan. Selama masa transisi tiga bulan, peserta yang statusnya nonaktif tetap dapat mengakses layanan kesehatan sembari proses verifikasi ulang dilakukan oleh Kementerian Sosial, BPJS Kesehatan, dan Kementerian Kesehatan.

Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga keberlangsungan layanan kesehatan bagi masyarakat rentan, sekaligus memperbaiki sistem pendataan nasional agar lebih akurat dan berkeadilan.Red

Redaksi MIRA

| Medan,Rabu 15 April 2026 – Bendahara Umum (Bendum) DPD Partai Gerindra Sumatera Utara, Meriyawaty Amelia Prasetio yang akrab disapa Bunda Yin, bersama CEO Sumut24 Group, Rianto, menjadi figur sentral dalam pertemuan kolaboratif antara DPD Gerindra Sumut dan tim media siber.  Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan strategis untuk menggagas Komando ( Komunitas Media Nusantara Dukung Prabowo ) sebagai wadah sinergi media dalam mendukung kepemimpinan Prabowo Subianto.   Dalam arahannya, Merryawati Amelia Prasetyo (Bunda Yin) didampingi Muhri Fauzi Hafiz ( Ketua Mira) Said Siregar , Dewi Budiati , Taufik, menegaskan pentingnya peran media sebagai mitra strategis dalam membangun komunikasi publik yang sehat, transparan, dan bertanggung jawab. Ia juga menekankan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat penyampaian informasi kepada masyarakat.  Sementara itu, Rianto menyambut positif inisiatif pembentukan Komando ( Komunitas Media Nusantara Dukung Prabowo ) . Ia menilai kolaborasi antara media siber dan partai politik dapat menciptakan arus informasi yang lebih terarah dan profesional, sekaligus memperkuat narasi positif terkait pembangunan nasional.  Turut hadir perwakilan tim media siber, yakni Rianto, Zailani, Beckti, Lilik Riady, Dudit, Yusti, Nisa, Ismail, Ronal, Ayub Badrin, Rini, Marlia, serta Adi Sumarno. Seluruh peserta sepakat bahwa pembentukan Komando ( Komunitas Media Nusantara Dukung Prabowo ) menjadi langkah konkret dalam mengonsolidasikan kekuatan media siber agar lebih terarah dan profesional, sekaligus mendukung program-program pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.  Melalui kolaborasi ini, DPD Gerindra Sumut menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan berbagai elemen, khususnya media, dalam mendukung agenda pembangunan nasional secara berkelanjutan.red

| Medan,Rabu 15 April 2026 – Bendahara Umum (Bendum) DPD Partai Gerindra Sumatera Utara, Meriyawaty Amelia Prasetio yang akrab disapa Bunda Yin, bersama CEO Sumut24 Group, Rianto, menjadi figur sentral dalam pertemuan kolaboratif antara DPD Gerindra Sumut dan tim media siber. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan strategis untuk menggagas Komando ( Komunitas Media Nusantara Dukung Prabowo ) sebagai wadah sinergi media dalam mendukung kepemimpinan Prabowo Subianto. Dalam arahannya, Merryawati Amelia Prasetyo (Bunda Yin) didampingi Muhri Fauzi Hafiz ( Ketua Mira) Said Siregar , Dewi Budiati , Taufik, menegaskan pentingnya peran media sebagai mitra strategis dalam membangun komunikasi publik yang sehat, transparan, dan bertanggung jawab. Ia juga menekankan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat penyampaian informasi kepada masyarakat. Sementara itu, Rianto menyambut positif inisiatif pembentukan Komando ( Komunitas Media Nusantara Dukung Prabowo ) . Ia menilai kolaborasi antara media siber dan partai politik dapat menciptakan arus informasi yang lebih terarah dan profesional, sekaligus memperkuat narasi positif terkait pembangunan nasional. Turut hadir perwakilan tim media siber, yakni Rianto, Zailani, Beckti, Lilik Riady, Dudit, Yusti, Nisa, Ismail, Ronal, Ayub Badrin, Rini, Marlia, serta Adi Sumarno. Seluruh peserta sepakat bahwa pembentukan Komando ( Komunitas Media Nusantara Dukung Prabowo ) menjadi langkah konkret dalam mengonsolidasikan kekuatan media siber agar lebih terarah dan profesional, sekaligus mendukung program-program pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto. Melalui kolaborasi ini, DPD Gerindra Sumut menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan berbagai elemen, khususnya media, dalam mendukung agenda pembangunan nasional secara berkelanjutan.red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *