Dua Tahun Prabowo, Bunda Yin Nilai Kerukunan Umat Beragama Membaik
Mediaindonesiaraya.co.id | MEDAN, 21 Oktober 2026 — Ketua DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) Sumatera Utara, Meriyawaty Amelia Prasetio atau Bunda Yin, menilai keharmonisan dan toleransi antarumat beragama di Indonesia membaik selama dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, masyarakat tetap optimistis menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, dan bersama-sama membangun bangsa di tengah tantangan nasional dan global.
“Kita menyaksikan langsung kerukunan antarumat beragama di Indonesia semakin baik. Meskipun kita sadari proses yang dijalani Pak Prabowo dalam dua tahun terakhir ini cukup berat, mulai dari transisi kepemimpinan nasional dan daerah hingga kondisi geopolitik dunia yang turut memengaruhi situasi nasional beserta dampaknya,” ujar Bunda Yin dalam keterangannya kepada wartawan di Medan, Selasa (20/10/2026).
Bunda Yin mengatakan, Presiden Prabowo terus berupaya menjaga optimisme masyarakat agar umat beragama dapat hidup harmonis dan mendukung pembangunan nasional.
Indeks Kerukunan Meningkat
Bunda Yin menyebut pentingnya kerukunan tercermin dalam data Kementerian Agama. Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) nasional meningkat dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025. Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak survei dilakukan pada 2015.
Menurutnya, data itu menunjukkan tren positif dalam hubungan antarumat beragama. Namun, penguatan toleransi, kesetaraan, dan kebersamaan tetap perlu dilanjutkan.
Bunda Yin mengingatkan, seluruh elemen bangsa untuk mengedepankan kepedulian dan persaudaraan serta mencegah tumbuhnya kebencian dan permusuhan.
“Di tengah kondisi yang penuh keprihatinan ini, jangan sampai ada kebencian yang tumbuh dan berkembang di antara kita. Kita semua harus menyadari bahwa Indonesia perlu kita jaga, kita perhatikan, dan kita sayangi bersama,” tegasnya.
Kerukunan Dukung Pembangunan
Bunda Yin menegaskan, kerukunan antarumat beragama merupakan modal penting bagi pembangunan nasional.
Masyarakat yang hidup damai, saling menghormati, dan bekerja sama tanpa mempersoalkan perbedaan keyakinan, kata dia, dapat menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan, dan kemajuan bangsa.
Sebaliknya, konflik dan intoleransi dapat menghambat pembangunan.
“Kalau umat beragama hidup rukun, damai, dan harmonis, kita akan lebih mudah bekerja sama membangun bangsa. Perbedaan agama jangan menjadi alasan untuk saling membenci, tetapi harus menjadi kekuatan untuk saling menghormati dan melengkapi,” katanya.
Bunda Yin berharap semangat kebersamaan tetap terjaga agar Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan dengan kuat dan optimistis.
“Pak Prabowo sedang membawa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, mari kita dukung cita-cita tersebut dengan menjaga persatuan, memperkuat kerukunan, dan membangun Indonesia bersama-sama,” tutupnya. (*)
