Bupati Nias Barat Temui Wamen KKP, Bahas Kampung Nelayan dan Pengembangan Perikanan

Bupati Nias Barat Temui Wamen KKP, Bahas Kampung Nelayan dan Pengembangan Perikanan
SHARE

Mediaindonesiaraya.co.id I Nias Barat, 18 Oktober 2026-Bupati Nias Barat, Eliyunus Waruwu, menemui Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Didit Herdiawan Ashaf, di Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Pertemuan tersebut membahas percepatan pembangunan sektor kelautan dan perikanan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Dalam pertemuan itu, Eliyunus didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Nias Barat, Eka Setiaman Lomboe; Kepala Bidang Perikanan, Afifuddin; serta tokoh diaspora Nias Barat, Etika Hia.

Sejumlah pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan turut hadir, antara lain Direktur KSG yang mewakili Direktur Jenderal Penataan Ruang Laut, Sarminto Hadi; Direktur Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan yang mewakili Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Ady Chandra; serta Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan, Bambang Naryono.

Hadir pula Sekretaris Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Tinggal Hermawan, dan Sekretaris Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Mahmud.

Kepada Didit, Eliyunus memaparkan potensi sumber daya kelautan dan perikanan Nias Barat yang dinilai besar, didukung wilayah pesisir dan kepulauan serta kekayaan hasil laut.

Menurutnya, potensi tersebut merupakan aset strategis yang perlu dikembangkan secara optimal, terarah, dan berkelanjutan agar menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah.

Eliyunus berharap dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan dapat mempercepat pengembangan sektor tersebut, baik melalui pembangunan sarana dan prasarana, pemberdayaan nelayan, pengembangan budi daya perikanan, maupun peningkatan nilai tambah dan daya saing produk hasil laut.

“Kami berharap dukungan pemerintah pusat dapat membuka peluang yang lebih besar bagi pengembangan sektor kelautan dan perikanan di Nias Barat. Dengan kekayaan laut yang melimpah, wilayah pesisir yang potensial, serta semangat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, Nias Barat memiliki peluang besar untuk mengembangkan sektor perikanan dan kelautan sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi daerah,” ujarnya, Sabtu, (17/10).

Menurut Eliyunus, dengan sinergi dan dukungan yang tepat, potensi tersebut diharapkan dapat menjadi sumber kesejahteraan bagi nelayan, pembudi daya ikan, pelaku usaha, dan seluruh masyarakat Nias Barat.

Sejumlah topik strategis turut dibahas dalam pertemuan tersebut, yakni pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih, pengembangan kawasan budi daya tematik, penguatan nelayan, penataan ruang laut, serta peningkatan daya saing produk perikanan.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi terwujudnya kerja sama yang lebih konkret antara Pemerintah Kabupaten Nias Barat dan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Didit Herdiawan Ashaf menyampaikan bahwa pengembangan sektor kelautan dan perikanan di Nias Barat perlu menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penguatan ketahanan pangan daerah.

“Kementerian Kelautan dan Perikanan berkomitmen mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Nias Barat dalam mewujudkan pengembangan sektor kelautan dan perikanan yang maju, produktif, dan berkelanjutan. Dukungan tersebut diwujudkan melalui sinergi program dan kegiatan,” kata Didit.

Menindaklanjuti pertemuan itu, Eliyunus meminta Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Nias Barat, Eka Setiaman Lomboe, segera melakukan pembahasan dan pemetaan wilayah, mengidentifikasi kelompok nelayan dan pembudi daya ikan, menentukan lokasi prioritas, serta menyusun usulan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kebijakan pemerintah.

Kehadiran tokoh diaspora Nias Barat, Etika Hia, turut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi, jejaring, dan dukungan berbagai pihak bagi pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Nias Barat. (yoel)

Redaksi Media Indonesia Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *