Panggil Bahlil ke Istana, Prabowo Bahas RUU Migas hingga Gangguan Listrik dan Distribusi BBM
Mediaindonesiaraya.co.id | JAKARTA, 15 Oktober 2026 – Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, ke Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (14/10/2026). Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis sektor energi, mulai dari perkembangan Rancangan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (RUU Migas), gangguan kelistrikan di sejumlah daerah, hingga kendala distribusi bahan bakar minyak (BBM).
Dalam pertemuan itu, Bahlil melaporkan sejumlah perkembangan kepada Presiden, termasuk keikutsertaannya mewakili Prabowo dalam pembukaan Trade Expo Indonesia ke-41 di Tangerang.
“Saya melaporkan beberapa perkembangan terkait dengan tadi saya mewakili Bapak Presiden di acara membuka Trade Expo yang ke-41 di Tangerang. Yang kedua, saya melaporkan perkembangan pembahasan RUU Migas kepada Bapak Presiden,” ujar Bahlil kepada awak media seusai pertemuan.
Prabowo Minta Pelayanan Listrik Ditingkatkan
Selain membahas RUU Migas, pertemuan tersebut menyoroti gangguan kelistrikan atau blackout yang terjadi di sejumlah wilayah. Bahlil menekankan perlunya perbaikan layanan secara lebih intensif agar masyarakat memperoleh pelayanan listrik yang optimal.
Menurutnya, pembenahan perlu dilakukan terutama pada tingkat implementasi yang menjadi tanggung jawab PT PLN (Persero).
“Saya juga tadi menyampaikan karena diskusi tentang bagaimana cara agar beberapa daerah tentang listrik harus kita lakukan perbaikan yang lebih intensif lagi, agar bisa kita memberikan pelayanan yang terbaik untuk rakyat,” ungkapnya.
Bahlil menjelaskan, gangguan kelistrikan di wilayah Batam berdasarkan laporan awal dipicu sejumlah persoalan teknis, antara lain jaringan listrik yang terdampak petir serta kendala teknis lainnya.
Mengenai pemulihan layanan dan kemungkinan pemberian kompensasi kepada pelanggan terdampak, Bahlil mengatakan akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan PLN untuk mendapatkan penjelasan teknis mengenai kondisi di lapangan.
“Saya nanti akan bicarakan terlebih dahulu dengan teman-teman dari PLN, karena PLN yang paling tahu secara teknis implementasi di lapangan,” katanya.
Distribusi BBM di Bali Jadi Perhatian
Persoalan distribusi BBM di Bali juga menjadi perhatian pemerintah. Bahlil menyampaikan bahwa Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, telah berada di Bali untuk menangani kendala distribusi tersebut.
Bahlil mengatakan akan menggelar rapat untuk memperoleh laporan terbaru mengenai situasi di lapangan sekaligus membahas langkah penanganan yang diperlukan.
Ia menegaskan, kendala yang terjadi di Bali berkaitan dengan distribusi, bukan kekurangan persediaan BBM secara nasional.
Berdasarkan laporan yang diterimanya, ketahanan stok BBM nasional berada pada kisaran 16 hingga 18 hari. Pemerintah memastikan ketersediaan pasokan nasional masih dalam kondisi aman.
“Kalau stok nasional itu kita di angka 16–18 hari, jadi masih clear, enggak ada masalah secara stok nasional. Jadi distribusinya yang ada sedikit mengalami terkendala, itu yang sebentar saya akan rapat,” pungkas Bahlil.
Pemerintah akan menindaklanjuti berbagai persoalan tersebut melalui koordinasi dengan instansi dan badan usaha terkait. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola sektor migas, meningkatkan keandalan layanan kelistrikan, serta memastikan distribusi BBM kepada masyarakat berjalan lancar. (*)
