Dinkes Pematangsiantar Gencarkan Fogging dan Sosialisasi Tekan Kasus DBD

Dinkes Pematangsiantar Gencarkan Fogging dan Sosialisasi Tekan Kasus DBD
SHARE

Mediaindonesiaraya.co.id I Pematangsiantar,14 Oktober 2026– Dinas Kesehatan (Dinkes) Pematangsiantar gencar melakukan fogging (pengasapan) di kawasan dengan temuan kasus demam berdarah dengue (DBD). Sosialisasi pencegahan juga intensif dilakukan di kelurahan dan kecamatan.

Selain itu, melalui pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), Dinkes bakal secara rutin melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) guna menginvestigasi dan menelusuri sumber, penyebab, serta potensi penyebaran penyakit.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Pematangsiantar, Urat Simanjuntak, menyampaikan bahwa dalam beberapa hari terakhir, kasus DBD di Pematangsiantar mengalami tren kenaikan. Oleh karena itu, masyarakat diminta membersihkan rumah agar tidak ada lagi wadah yang menjadi tempat nyamuk penyebab DBD berkembang biak.

“Kalau untuk kabut asap ini, tidak terlalu banyak keluhan tentang kesehatan. Saat ini Siantar sering dilanda hujan, mungkin asap hilang karena hujan. Di musim hujan, kasus DBD justru meningkat. Ini yang perlu diwaspadai,” ujar Urat Simanjuntak saat dikonfirmasi, Rabu (14/10/2026).

Seiring meningkatnya kasus DBD, Urat meminta masyarakat aktif memberantas sarang nyamuk dengan metode 3M, yakni menutup tempat penampungan air, menguras tempat penampungan air secara rutin, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menampung air hujan. Masyarakat juga diimbau menaburkan bubuk larvasida sesuai petunjuk penggunaan.

“Jika ada masyarakat yang mengalami gejala demam tinggi, nyeri otot, dan muncul bintik merah di kulit, segera ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” imbaunya.

Sementara itu, berdasarkan data Dinkes Pematangsiantar, pada Juli 2026 tercatat 24 kasus DBD. Jumlah yang sama juga terjadi pada Agustus 2026, yakni 24 kasus. Sementara itu, pada September 2026, kasus melonjak menjadi 38 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar, Misran Pais, turut membenarkan adanya kenaikan kasus DBD. Peningkatan tersebut dipicu curah hujan yang tinggi dan masih adanya tempat penampungan air yang tidak tertutup.

“Mayoritas pasien yang masuk mendapatkan penanganan medis dengan rawat inap. Tempat penampungan air yang tidak tertutup menjadi tempat ideal bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak,” ujarnya. (yoel)

Redaksi Media Indonesia Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *