Senat Polimdo: Olga Melo Sudah Sesuai Prosedur dan Aturan ASN

MANADO, Rabu/07.10.2020/Foto;Ist

Editor Redaksi MIR

MediaINDONESIA.Raya– Senat Politeknik Manado (Polimdo) menyatakan kegiatan studi kandidat Direktur Polimdo Olga Melo di Universitas Hassanudin sah serta mengikuti ketentuan, aturan dan prosedur yang berlaku sebagai Aparat Sipil Negara (ASN).

Anggota Komisi Etik Polimdo Leo Tawalujan mengungkapkan tertundanya pelantikan Olga Melo sebagai Direktur Polimdo disebabkan adanya kesalahpahaman informasi yang telah diterima oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam hal ini Nadiem Makarim selaku menteri yang sedianya melantik Agustus 2020 lalu.
Menurut dia, informasi yang ditreima oleh Mendikbud menyatakan bahwa ijazah Strata 2 yang diperoleh dari Universitas Hassanudin bermasalah keabsahannya, namun hal ini terbantahkan dengan surat yang langsung ditandatangani oleh Rektor Unhas.

“Jelas ijazahnya sah, karena yang menandatangani langsung Rektor, jadi bila hal ini dipermasalahkan, sepertinya sudah tidak pada tempatnya lagi, mengingat Unhas adalah salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia. Masa..ijazah UNHAS abal-abal. Surat pengesahan dari Rektor Unhas juga ada kok,” kata Leo.

Selanjutnya, kata Leo, jika sebagian besar anggota Senat Polimdo yang berseberangan dengan Olga Melo melontarkan isu, pendidikan yang dilakukan kandidat Direktur Polimdo terpilih tidak lolos butuh hal tersebut terbantahkan.

“Ibu Olga melakukan pendidikan di UNHAS itu kan atas sepengetahuan dari atasannya, tidak mungkin seorang ASN berani melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tanpa sepengetahuan dari atasannya. Di lain pihak, saat itu ada kerja sama antara Polimdo dan Unhas dan itu terbuka, ada banyak juga dosen di Polimdo yang mengikuti pendidikan tersebut. Jadi hal ini terbantahkan,” jelasnya.

Sementara itu, Pimpinan Pasca Sarjana UNHAS Jamaluddin Jompa, memastikan keabsahan dari ijazah tersebut.

Dijelaskannya, Ijazah yang ditebitkan Pasca Sarjana Unhas adalah legal, karena sebelum diterbitkan, mahasiswa calon penerima gelar tersebut sudah harus melewati proses dan persyaratan yang ada. Selain itu, dokumen ijazah telah ditandatangani oleh rektor UNHAS.

“Ijazahnya (Olga Melo, red) sudah dipakai, itukan ditandatangani oleh Rektor,” ujar Jamaluddin sembari menginformasikan bahwa pada waktu Olga Melo mengikuti perkuliahan dan dinyatakan lulus, Program Studi Teknik Elekro berakreditasi B, dan sekarang ini telah naik menjadi A.

Dijelaskannya, dalam konteks sebagai ASN, tentunya memerlukan verifikasi adminitrasi pendukung lainnya. Jika kemudian disebut bermasalah, mungkin karena klarifikasi dokumennya dianggap belum tuntas.

“Ijazahnya harusnya tetap legal, dan bahwa secara administratif ada yang terkait dengan kenaikan pangkat dan struktur jabatan. Memangkan kadang-kadang ada klarifikasi dokumen, dan mungkin klarifikasi dokumen dianggap belum tuntas. Jadi, dalam proses verifikasi untuk kebutuhan ASN atau kepegawaian, itu memerlukan verifikasi adminitrasi pendukung,” sebutnya.(Med)

 


      
           
    

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *