Deklarasi KAMI di Banten membuat kekhawatiran masyarakat dan dianggap terlalu politis

Banten- Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang akan diadakan di Banten menimbulkan pro dan kontra dikalangan aktivis, pasalnya Banten saat ini sedang fokus dalam penanganan Covid-19.

Bima Rizky selaku Koordinator Persatuan Kaum Muda Syarikat Islam (PERKAMSI) Kota Tangerang Selatan, menjelaskan bahwa wilayah Banten yang sedang mengalami peningkatan penderita Covid-19 saat ini sedang fokus dalam penanganannya berdasarkan arahan Gubernur Banten terkait pelaksanaan PSBB,oleh karenanya sangat dilarang untuk adanya interaksi secara langsung apalagi hingga membuat kerumunan orang banyak.

Bima yang juga Ketua Umum Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Kota Tangerang Selatan, mengatakan bahwa dalam upaya deklarasi KAMI pada hari Minggu pada Minggu 27 September 2020 di Banten merupakan gerakan yang menimbukan keresahan sosial.

“Deklarasi yang dilakukan oleh KAMI hanya membuat keresahan sosial, selain itu potensi penyebaran Covid-19 menjadi tinggi. Dengan keputusan Gubernur Banten yang memperpanjang masa PSBB di wilayah Banten hingga 20 Oktober 2020, berarti deklarasi tersebut sudah melanggar keputusan dan aturan dari Bapak Wahidin Halim selaku Gubernur Banten,” kata Bima.

Seperti diketahui bahwa pamflet deklarasi KAMI yang akan dilaksanakan di pantai Anyer, Banten dimana pamflet tersebut berisi undangan yang bersifat umum.

“Jika memang KAMI bergerak atas nama menyelamatkan negara ini, harusnya mereka tidak mengorbankan masyarakat untuk menjadi objek yang berpotensi tinggi tertular Covid-19” imbuhnya

Bima berpesan kepada masyarakat Banten untuk tetap menjaga kesahatannya dan mengikuti keputusan Gubernur Banten agar dapat terputusnya mata ratai Covid-19 khususnya di wilayah Banten.

Toni Yohana selaku Ketua Pertahanan Ideologi Syarikat Islam (PERISAI) Cabang Tangerang mengungkapan, bahwa tidak semestinya melakukan deklarasi KAMI di Banten dalam keadaan pandemi Covid-19 yang sedang meningkat.

“selaku warga Wilayah Banten saya khawatir, Tidak semestinya melakukan gerakan dengan mengundang masyarakat luas dalam keadaan pandemi Covid-19, apalagi kondisi banten dalam sebulan terakhir jumlah penderita covid meningkat” ujar Toni

Dia menambahkan bahwa serta gerakan tersebut hanya membuat kekhawatiran masyarakat dan terlalu politis.

“Sebaiknya kita semua dari berbagai elemen bangsa bersama-sama membantu pemerintah dalam memberatas penyebaran Covid-19, kalau deklarasi tanpa memikirkan kesehatan Masyarakat maka dimana nilai kemanusiaan yang mengorbankan masyarakat dengan mengatas namakan menyelamatkan Indonesia,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *